Minggu, 05 Agustus 2012

Kecewa

Tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak pernah merasa kecewa sebab tidak semua yang kita inginkan terjadi dalam hidup kita. Anak kecewa kepada orang tua, karyawan kecewa kepada pimpinan, rakyat kecewa dengan pemerintah, kita kecewa kepada Tuhan, dan masih banyak lagi. Kekecewaan bisa terjadi karena harapan kita kepada seseorang terlalu tinggi, kesalahan kita sendiri melewatkan kesempatan baik, dan karena kita tidak tahu permasalahannya.

Jika rasa kecewa terus kita pelihara maka lambat laun kita akan menjadi orang yang pasif dalam hidup ini karena dalam benak kita keadaan tidak akan menjadi lebih baik jika kita berbuat sesuatu. Bisa dikatakan hidup segan, mati takut atau segan hidup, takut mati. Menjalani hidup tanpa semangat, tidak percaya orang lain, tidak percaya Tuhan, dan akhirnya hanya mengandalkan diri sendiri. Jika terbentur dengan rasa kecewa terhadap diri sendiri maka akan menjadi depresi atau mungkin setengah waras.

Kita harus menyadari bahwa kita hidup di dunia yang tidak sempurna karena kita telah jatuh ke dalam dosa. Ada hal-hal yang bisa terjadi di luar kekuasaan kita. Kita bisa saja kecewa tapi jangan biarkan rasa kecewa menghambat kita untuk menjalani hidup kita sesuai rencana Tuhan. Rasa kecewa biarlah menyadarkan kita bahwa kita masih manusia dan menjadi pemicu kita untuk melakukan yang lebih baik lagi.

Jika kita tidak mau kecewa maka seharusnya kita tidak mengecewakan orang lain dengan sikap perbuatan dan  perkataan kita, terlebih kepada Tuhan. Sebaliknya sudahkah hidup kita membuat orang-orang yang kita kasihi bangga terhadap kita? 

Senin, 16 Juli 2012

Mujizat untuk orang yang tidak percaya

Ada orang yang tidak percaya menerima mujizat sementara orang percaya tidak melihat mujzat. Mujizat terjadi karena Allah ingin menyatakan kuasanya supaya kita percaya bahwa Allah ada dan berkuasa. Sementara mujizat tidak terjadi karena kita sudah percaya dan seharusnya ada atau tidak adanya mujizat tidak mengubah percaya kita kepada Allah. Namun ada saatnya kita sangat ingin melihat mujizat karena kita mau apa yang kita inginkan menjadi kenyataan.

Apa yang kita inginkan belum tentu sesuai dengan apa yang Allah inginkan, sangat mungkin jauh berbeda. Ketika kita dilanda kesulitan, kita berdoa, kita berharap Allah mau menolong sesuai dengan yang kita mau. Sementara kita melihat orang lain begitu mudahnya mendapatkan mujizat dari Allah. Orang lain mengalami kemenangan, keberuntungan dan sedang mendaki tangga kesuksesan. Kita merasa kita sedang berjalan di tempat dan tidak ada perubahan yang berarti. Kita mulai mempertanyakan keberadaan Allah apakah Dia pilih kasih? Bukankah kita juga berdoa dan percaya kepadaNya?

Satu hal yang harus kita yakini bahwa Allah tidak pernah salah, apapun yang terjadi dalam hidup kita bukan salah Allah. Kitalah yang harus memeriksa diri kita apakah selama ini tujuan hidup kita untuk menyenangkan diri sendiri atau Allah? Bukankan panggilan hidup adalah untuk menyenangkan hatiNya. Menjadi bagian kita untuk menundukkan diri kita dibawah otoritas Allah. Namun bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa. Kita adalah manusia yang memiliki kehendak dan kemampuan untuk bertindak tapi tetap ada batasannya.

Bukan menjadi hak kita untuk memaksakan kehendak kita yang terlaksana dengan cara natural dan supranatural, namun kehendak Allah yang terjadi. Sekarang kita melihat bahwa Allah menyatakan mujizat bagi kita yang tidak percaya agar kita percaya dan tidak menutup kemungkinan mujizat terjadi bagi kita yang percaya bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita. Setiap pencobaan dan masalah yang kita hadapi tidak akan melebihi kekuatan kita sebab Allah maha tahu kemampuan setiap kita

Senin, 11 Juni 2012

Satu kata satu tindakan

Integritas yaitu satu kata satu tindakan, artinya apa yang dikatakan A maka yang dilakukan A. Sulit menerapkan hal ini karena kita terbiasa untuk berjanji tanpa memikirkan terlebih dahulu apakah kita sanggup menepati janji kita. Seringkali kita kecewa dengan mulut manis orang yang berjanji tapi menghindar untuk menepatinya. Kita pun demikian, karena tidak ingin melihat orang kecewa maka kita memberi harapan-harapan yang kelak tidak kita tepati. Kita kalah dibandingkan merpati yang tak pernah ingkar janji.

Orang yang tidak bisa dipegang kata-katanya akan kehilangan kepercayaan dari orang lain. Maka keluarlah pepatah diam itu emas, lebih baik diam daripada salah berbicara bila tidak paham akan masalahnya. Kebanyakan kita ingin didengarkan pendapat kita, dihargai keinginan kita, tapi kita jarang dan tidak peduli dengan pendapat dan mungkin kebutuhan orang lain. Ada kepuasan bila unek-unek kita diungkapkan dan lebih puas lagi jika orang lain merespon seperti yang kita harapkan. Namun ada beban bila kita yang menjadi pendengar karena kita diharapkan ikut merespon apa yang orang lain ungkapkan.

Kita ingin menjadi pembicara, seakan akan kita memiliki banyak pemikiran yang baik dan berguna bagi diri kita sendiri namun melibatkan orang lain. Kita ingin orang lain mengikuti apa yang kita bicarakan. Seperti kita mengharapkan orang lain memperlakukan kita, maka kita pun seharusnya memperlakukan mereka. Ketika kita ingin didengarkan maka kita pun bersedia mendengarkan orang lain. Ada hubungan timbal balik.

Perkataan kita harus kita pertanggung jawabkan sepenuhnya. Ketika kita ingin dipercaya oleh orang lain, maka kita harus berkata-kata yang benar dan lebih penting lagi, kita melakukan apa yang kita katakan. Terlebih saat ini kita melihat pemimpin-pemimpin keluarga, masyarakat, pemerintah banyak berkata-kata tapi tanpa tindakan. Siapa pun bisa berkata-kata tetapi tidak semuanya bisa melakukan apa yang dikatakannya.

Sekarang ini kita miskin orang-orang yang memiliki integritas yang baik, lebih banyak kita menemukan orang-orang yang bermuka dua seperti pemain sandiwara yang memerankan orang lain. Kepura-puraan bukan ketulusan yang banyak kita temui. Kita pun demikian, tanpa sadar terlibat didalamnya. Orang lain yang menilai kita, apakah kita memiliki integritas yang baik?

Kita bisa belajar dari hal-hal sederhana, berfikir panjang sebelum berkata-kata, berani menepati janji walaupun rugi, bertindak hati-hati dan selalu ingat bahwa ada Tuhan yang maha tahu apa yang kita perbuat.
Kita didalam kuasa Tuhan yang sanggup menolong kita yang mau belajar dan berusaha melakukan yang baik dan benar. Katakan apa yang kita pastikan itu baik dan benar. Maka kita juga yang akan menikmati hasilnya. Kata-kata tanpa perbuatan adalah sia-sia. 

Kamis, 24 Mei 2012

Miskin

Kita pasti marah kalau disebut miskin karena dianggap sebagai penghinaan. Kita sering mengasumsikan miskin sebagai kekurangan materi. Tidak ada orang yang mau hidup miskin termasuk mereka yang dikategorikan golongan tidak mampu alias miskin. Kita berusaha untuk belajar menjadi orang pintar sehingga mendapatkan pekerjaan yang baik dan kita tidak menjadi miskin. Kita menabung selagi kita bisa bekerja agar nanti kelak ketika kita sudah tidak bekerja, kita tetap memiliki uang alias tidak miskin.

Namun miskin bukan saja berbicara mengenai materi atau uang. Lebih dari itu, banyak hal yang kita tidak sadari kalau kita sebenarnya miskin. Miskin belas kasihan, miskin pengetahuan, miskin kesabaran, dan masih banyak lagi yang mengurangi nilai kita sebagai manusia. Kita kekurangan alias miskin akan hal-hal yang penting dalam hidup ini. Kita seringkali mengejar kekayaan materi dunia ini untuk keinginan yang tidak pernah bisa terpuaskan. Ketika kita sudah kaya, kita  melakukan tindakan korupsi agar bertambah kaya, menimbun harta untuk beberapa keturunan dengan cara yang tidak benar, padahal kita sebenarnya sangat miskin.

Miskin akan beryukur atas berkat yang kita peroleh akan membuat kita menjadi manusia serakah dan jauh dari damai sejahtera. Kita mungkin dapat memperoleh kekayaan materi dengan cara yang tidak benar  tetapi kita tidak bisa menikmatinya sebab kita akan selalu dikejar ketidakpuasan dan ketakutan akan hukuman. Baik hukuman di dunia ini dan di dunia setelah kita mati.

Masing-masing kita memiliki kemiskinan yang harus kita perbaiki. Kalaupun kita kaya secara materi maka seharusnya kesempatan kita untuk memperkaya karakter kita semakin terbuka. Kalaupun kita miskin secara materi maka bukan menjadi alasan untuk kita menjadi miskin secara karakter, justru ada kebahagian jika kita kaya dalam kemiskinan kita karena bukan kekuatan kita untuk menjadi kaya tetapi kuasa Tuhan yang menjadikannya.  

Senin, 21 Mei 2012

Mementingkan diri sendiri

Kita cenderung untuk mementingkan diri sendiri, kita tidak peduli dengan sekitar kita. Ketika keselamatan kita terancam, maka kita akan melarikan diri daripada repot-repot menyelamatkan orang lain. Ketika kita senang, kita menikmatinya sendiri dan ketika kita susah, kita iri hati dengan kesenangan orang lain. Kita ingin orang lain susah dan kita hidup senang. Ketika kita berbuat baik, kita mengharapkan dilihat dan dipuji orang lain, ketika kita melakukan kesalahan, kita ingin orang lain memaafkan kita namun ketika orang lain merugikan kita, kita ingin segera membalasnya setimpal bahkan mungkin lebih.

Begitulah sedikit gambaran kehidupan kita di bumi ini. Hanya sebagian sedikit orang yang memiliki hati yang tulus mengasihi sesamanya dan memiliki hati yang luas untuk memaafkan. Diperlukan pengorbanan baik secara fisik maupun mental untuk menjalaninya. Hal itu tidak bisa terjadi secara instan karena perlu waktu dan proses yang harus dilalui. Kalau terjadi sesaat maka itu hanyalah tipuan yang bersifat sementara. Dengan kekuatan manusia, tidak seorang pun sanggup melakukannya. Kita memerlukan Tuhan yang memampukan kita untuk tidak hidup untuk diri sendiri. Sebab Tuhan telah memberikan teladan yaitu memberikan hidupnya bagi kita.

Kita manusia yang egois telah dikasihi oleh Tuhan Yesus yang telah mati menebus kita agar kita beroleh hidup yang kekal. Kasih inilah yang membentuk karakter kita menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari. Semakin kita menyadari kasih Tuhan, semakin kita dapat melepaskan kepentingan kita ganti kepentingan orang lain. Hati kita diubahkan dari hati yang keras menjadi hati yang lemah lembut yang tidak tahan melihat penderitaan orang lain. Kita mau mengasihi karena Tuhan telah mengasihi kita. Apa yang kita perbuat kepada sesama kita akan diperhitungkan seperti kita melakukannya kepada Tuhan.

Pengorbanan kita tidak mungkin mengalahkan pengorbanan Tuhan kepada kita. Dunia ini miskin dengan belas kasihan, yang terjadi hari-hari ini adalah kekerasan, ketamakan, kejahatan, kebohongan dan penghujatan kepada Tuhan yang benar. Ketika kita mulai melepaskan kepentingan kita, kemungkinan besar kita akan mengalami kerugian, tetapi kita tidak akan kehilangan kasih dan damai sejahtera karena Tuhan yang adalah kasih dan damai sejahtera itu ada di dalam kita dan tidak seorangpun bisa mengambilnya dari kita. Kasih mengalahkan kejahatan sebab Tuhan itu kasih dan membenci kejahatan. Akar kejahatan adalah mementingkan diri sendiri.

Apa yang kita perbuat bukanlah urusan kita dengan sesama melainkan urusan kita dengan Tuhan pada akhirnya, sebab itu pikirkanlah baik-baik sebelum kita bertindak.

Kamis, 10 Mei 2012

Mujizat

Ketika kita mengalami masalah yang pelik, seringkali kita mengharapkan adanya mujizat terjadi agar masalah tersebut secepatnya berlalu. Ketika kita melihat orang lain mengalami mujizat, kita iri dengan mereka, seakan-akan mereka adalah orang pilihan yang berhak mengalami mujizat. Namun jika kita mendengar kisah mereka sebelum mengalami mujizat, kita akan terkejut karena sebelum mereka mengalami mujizat, ada rangkaian kisah yang menyakitkan yang harus mereka alami. Mungkin kita tidak sanggup menghadapinya jika kita ada di pihak mereka saat itu. Memang hanya orang pilihan yang sanggup untuk menghadapi masalah besar yang akan menerima mujizat besar jika mereka bertahan.

Tidak mungkin kita membunuh seekor nyamuk dengan bom atom, begitulah kita yang bermimpi mendapatkan mujizat tanpa masalah. Tidak ada orang yang mau mencari masalah kecuali orang itu memang bermasalah. Mujizat masih terjadi hingga saat ini. Mujizat adalah salah satu campur tangan Tuhan ketika kita berserah kepadaNya. Kalaupun tidak terjadi mujizat, pasti ada rencana yang indah dibalik semua peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Tuhan tetap mengasihi kita dengan adanya atau tidak adanya mujizat. Tuhan lebih tahu yang terbaik buat kita. Kalau mujizat membuat kita menjadi baik maka akan terjadi, itupun kalau kita siap menghadapi masalah terlebih dahulu. Kalau mujizat membuat kita menjadi sombong, maka lebih baik tidak perlu terjadi dalam hidup kita.

Kita hanya perlu percaya bahwa ada Tuhan yang mengatur dan memelihara hidup kita. Masalah besar dan kecil, kita hadapi tidak sendirian. Kita tidak perlu berputus asa ketika masalah yang kita hadapi tidak selesai juga. Kita masih bergumul menghadapinya dan kenyataannya selama kita hidup, kita akan bertemu dengan masalah. Mujizat bukan tujuan utama hidup kita, bukan karena kita tidak mau bertahan lebih lama lagi, karena kalaupun kita bertahan dan bertekun, itu pun mujizat yang terjadi dalam hidup kita. Kalau kita mengalami mujizat, kita patut bersyukur kepada Tuhan dan kita lebih mengasihiNya, kalau mujizat tidak terjadi, kita pun patut beryukur kepada Tuhan dan lebih mengasihiNya karena di dalam Tuhan ada pengharapan yang membuat kita kuat menjalani hidup ini.


Kamis, 03 Mei 2012

Kesabaran

Kita menginginkan hidup kita berhasil. Keberhasilan memerlukan kesabaran. Kesabaran berarti melewati suatu proses untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Seringkali kita mau proses yang cepat tapi mau hasilnya memuaskan. Kita mau berhasil dalam pekerjaan kita tapi kita kadangkala tidak mau bersabar untuk menjalani masalah dan kesulitan yang pasti ada. Kita mencari jalan tersingkat mungkin jika ada untuk meraih keberhasilan. Padahal lewat masalah dan kesulitan hidup, pasti ada pelajaran yang kita dapatkan.

Ketika kita masih kecil, kita belajar berjalan, kadangkala tejatuh dan merasa sakit, namun lewat saat terjatuh itu kita belajar bagaimana berjalan yang baik. Kita belajar bersabar untuk terus mencoba berjalan sampai akhirnya kita bisa berjalan bahkan berlari. Kesabaran akan memberikan hasil karena didalam kesabaran terdapat kepercayaan bahwa usaha yang dilakukannya akan berhasil. Kesabaran akan menghidarkan kita dari masalah yang lebih besar.

Petani dengan sabar menabur benih dengan tekun dan akan menuai hasil panennya. Sabar berarti aktif melakukan bukan pasrah tanpa usaha apa-apa. Kesabaran menghadapi tekanan, masalah, dan tantangan hidup akan membuat kita semakin kuat untuk mencapai keberhasilan. Tidak ada jalan singkat untuk berhasil. Semua sudah ada aturannya dan kita diwajibkan untuk menjalaninya. Seperti kata pepatah semua indah pada waktunya dan orang sabar disayang Tuhan. Orang yang disayang Tuhan pasti menuruti apa yang dikatakanNya.