Hukum kasih adalah hukum yang sempurna. Hukum kasih memberi kemerdekaan. Hukum kasih berbanding terbalik dengan hukum dunia ini. Hukum dunia menuntut keadilan menurut pandangan manusia yang terbatas.
Hukum dunia mengajarkan mata ganti mata, gigi ganti gigi dan hukum kasih mengajarkan jika ditampar pipi kiri, berikan pipi kanan. Umat Tuhan diibaratkan sebagai domba yang memerlukan gembala, bukan singa yang berjuang sendiri.
Membunuh sama dengan membenci orang, mencuri sama dengan mengingini milik orang lain, mencintai sesuatu lebih dari mencintai Tuhan adalah penyembahan berhala, melihat wanita dengan gairah termasuk sudah berzinah dengannya. Hukum kasih menilai segala sesuatu dari akarnya bukan saja dari perbuatannya.
Sebab setiap perbuatan berasal dari buah hati dan pikiran sehingga hukum kasih lebih mendidik seseorang agar menyadari perbuatannya dan bertobat.
Hukum dunia tidak menyadarkan kita dari kesalahan kita bahkan membuat kita bertambah jahat sebab kita sebenarnya tidak tahu mana yang baik. Hukuman tanpa kasih tidak mendatangkan kebenaran sebab bagaimana kita dapat melakukan yang baik jika kita berpikir apa yang kita lakukan baik ternyata salah. Hukum kasih menyediakan pengampunan karena yang kita butuhkan adalah pengampunan, penyembuhan terhadap luka-luka di hati kita. Kita tidak saja melakukan kesalahan kepada orang lain tetapi juga kita mengalami perlakuan yang salah dari orang lain.
Kita mampu mengampuni kesalahan orang lain ketika kita terlebih dulu diampuni. Pengampunan mendahului pertobatan. Ketika kita sadar bahwa kita salah, kita akan belajar dari kesalahan kita. Tetapi ketika kita dihukum karena kita tidak sadar akan apa yang kita lakukan, maka kita akan cenderung untuk memberontak dan tidak mau belajar dari kesalahan kita.
Sebab itu kita memerlukan hukum kasih sebagai pedoman hidup kita, seperti Tuhan telah mengasihi dan mengajar kita, demikian pula kita memperlakukan sesama kita. Kasih tidak mementingkan diri sendiri, kasih itu sabar, murah hati, tidak sombong, bisa menerima kelebihan dan kekurangan orang lain.
Jika Tuhan tidak memiliki hukum, maka kita akan menjadi liar dan binasa karena kebodohan kita. Jika Tuhan tidak memiliki kasih, maka kita hidup dalam ketakutan dan binasa karena kejahatan kita. Kenakan hukum kasih yang menyelamatkan hidup kita.
Senin, 24 September 2012
Rabu, 19 September 2012
Kekayaan sejati
Ketika kita lahir didunia, kita tidak membawa apa-apa dan ketika kita meninggalkan dunia, kita juga tidak membawa apa-apa. Apa yang kita miliki di dunia hanya berlaku ketika kita masih hidup di dunia, itu pun kalau kita diberi kuasa untuk menikmatinya. Tidak semua orang diberi kuasa untuk menikmati apa yang dimilikinya. Seringkali apa yang dimilikinya, dinikmati oleh orang lain dan kita hanya bisa melihatnya. Tetapi mengapa kita berlomba-lomba untuk memiliki segala yang ada di dunia?
Hati yang tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya, ditambah mata yang melihat hal-hal yang indah dan pikiran yang menunjang agar keinginan untuk memiliki segera terlaksana. Lingkungan menghargai kita dengan apa yang kita miliki. Keangkuhan hidup membuat kita mengejar kekayaan tanpa kenal aturan.
Tuhan berjanji akan memberkati kita jika kita melakukan bagian kita dan mencukupkan diri dengan apa yang kita miliki.Ketika kita dipercayakan kekayaan baik itu besar atau kecil menurut pemandangan kita, tetaplah itu adalah kekayaan yang harus dipertanggungjawabkan. Ada tujuan dibalik kekayaan yang kita miliki yaitu untuk memperkaya orang lain.
Kekayaan bukan saja berbicara mengenai harta benda, namun pengetahuan, budi, teladan, hikmat adalah kekayaan yang membawa hidup kita memiliki makna. Sia-sia jika kita mengabaikan kekayaan rohani yang tidak kelihatan secara kasat mata tetapi memiliki dampak yang sangat besar bagi hidup kita.
Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah orang yang kaya karena Tuhan kita adalah Tuhan yang memiliki segalanya, baik itu dunia dan manusia, juga hikmat marifat yang tidak ada tandingannya. Tuhan menilai kita kaya dengan apa yang kita berikan dalam hidup kita, bukan apa yang kita miliki. Karena kita memiliki keterbatasan dalam menggunakan kekayaan kita, tapi kita bisa memberikan kekayaan kita tanpa terbatas. Kita dapat memberi harta kita, pengetahuan kita, hikmat kita karena semuanya berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan dengan jalan kita memuliakan namaNya lewat hidup kita.
Teladan hidup kita hanya Tuhan Yesus. Dia hidup didunia untuk memberikan hidupNya agar kita selamat, masuk surga. Dia tidak mengejar harta benda dan kekuasaan di dunia karena bukan itu tujuanNya. Dia datang untuk memberi teladan agar kita mengikutiNya. Dia telah memberi dampak yang luar biasa bagi umat manusia, Dia memberikan kekayaan yang terbesar yaitu hidupNya agar kita hidup.
Kekayaan terbesar kita adalah hidup kita yang telah ditebus oleh darahNya dan biarlah hidup kita bukan untuk diri kita sendiri tetapi kita hidup untuk Tuhan dengan jalan melakukan apa yang Dia mau, yaitu mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Nama Tuhan dipermuliakan lewat sikap perbuatan kita.
Kekayaan dunia akan kita tinggalkan kelak, hanya kekayaan pengenalan akan Tuhan yang akan mengiringi langkah kita masuk dalam rumahNya untuk menikmati kekayaan yang sejati.
Ketika bayi lahir, tangannya akan menggenggam seolah berkata aku akan menggenggam harta dunia ini, tetapi ketika orang meninggal, tangannya akan terkulai seolah berkata tidak harta dunia yang bisa aku bawa di alam kekekalan.
Hati yang tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya, ditambah mata yang melihat hal-hal yang indah dan pikiran yang menunjang agar keinginan untuk memiliki segera terlaksana. Lingkungan menghargai kita dengan apa yang kita miliki. Keangkuhan hidup membuat kita mengejar kekayaan tanpa kenal aturan.
Tuhan berjanji akan memberkati kita jika kita melakukan bagian kita dan mencukupkan diri dengan apa yang kita miliki.Ketika kita dipercayakan kekayaan baik itu besar atau kecil menurut pemandangan kita, tetaplah itu adalah kekayaan yang harus dipertanggungjawabkan. Ada tujuan dibalik kekayaan yang kita miliki yaitu untuk memperkaya orang lain.
Kekayaan bukan saja berbicara mengenai harta benda, namun pengetahuan, budi, teladan, hikmat adalah kekayaan yang membawa hidup kita memiliki makna. Sia-sia jika kita mengabaikan kekayaan rohani yang tidak kelihatan secara kasat mata tetapi memiliki dampak yang sangat besar bagi hidup kita.
Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah orang yang kaya karena Tuhan kita adalah Tuhan yang memiliki segalanya, baik itu dunia dan manusia, juga hikmat marifat yang tidak ada tandingannya. Tuhan menilai kita kaya dengan apa yang kita berikan dalam hidup kita, bukan apa yang kita miliki. Karena kita memiliki keterbatasan dalam menggunakan kekayaan kita, tapi kita bisa memberikan kekayaan kita tanpa terbatas. Kita dapat memberi harta kita, pengetahuan kita, hikmat kita karena semuanya berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan dengan jalan kita memuliakan namaNya lewat hidup kita.
Teladan hidup kita hanya Tuhan Yesus. Dia hidup didunia untuk memberikan hidupNya agar kita selamat, masuk surga. Dia tidak mengejar harta benda dan kekuasaan di dunia karena bukan itu tujuanNya. Dia datang untuk memberi teladan agar kita mengikutiNya. Dia telah memberi dampak yang luar biasa bagi umat manusia, Dia memberikan kekayaan yang terbesar yaitu hidupNya agar kita hidup.
Kekayaan terbesar kita adalah hidup kita yang telah ditebus oleh darahNya dan biarlah hidup kita bukan untuk diri kita sendiri tetapi kita hidup untuk Tuhan dengan jalan melakukan apa yang Dia mau, yaitu mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Nama Tuhan dipermuliakan lewat sikap perbuatan kita.
Kekayaan dunia akan kita tinggalkan kelak, hanya kekayaan pengenalan akan Tuhan yang akan mengiringi langkah kita masuk dalam rumahNya untuk menikmati kekayaan yang sejati.
Ketika bayi lahir, tangannya akan menggenggam seolah berkata aku akan menggenggam harta dunia ini, tetapi ketika orang meninggal, tangannya akan terkulai seolah berkata tidak harta dunia yang bisa aku bawa di alam kekekalan.
Jumat, 14 September 2012
Bingung
Ada orang yang berkata : Saya bukannya tidak percaya bahwa Tuhan masih sanggup menolong saya, tapi saya bingung apa yang harus saya lakukan?. Ketika masalah datang bertubi-tubi dan tidak ada jalan keluar, seringkali kita bertanya-tanya apakah salah saya, apakah ini cobaan yang diizinkan Tuhan, apakah memang ini jalan menuju keberhasilan, dan masih banyak pertanyaan yang seolah olah tidak ada jawabannya.
Perhatian kita hanya terfokus pada masalah yang ada dan berharap akan ada penyelesaian secepatnya. Kenyataannya, selama kita hidup di dunia, masalah akan berjalan bersama-sama kita sampai akhir hidup kita. Adalah hal yang sia-sia jika kita ingin hidup tanpa masalah. Tidak dicari pun, masalah akan datang, apalagi jika kita mencarinya, segera dia akan muncul di hadapan kita.
Namun yang sering membuat kita bingung adalah pertanyaan mengapa begitu, mengapa begini yang akan mendewasakan kita. Kadang kita tidak tahu apa penyebabnya sampai akhirnya masalah lewat begitu saja.
Sebagai orang percaya kepada Tuhan, kita dituntut percaya tanpa melihat, yang kita sebut iman. Kita percaya dalam melewati masalah apapun yang membuat kita bingung, ada Tuhan yang beserta dengan kita. Tuhan yang baik memiliki rencana yang baik dan indah dalam hidup kita tanpa kita perlu untuk mengetahuinya terlebih dahulu.
Ketika kita percaya kepada Tuhan dan berjalan sesuai dengan kehendakNya, walaupun kenyataannya kita bingung apa kehendak Tuhan dalam hidup kita, Tuhan akan memberi kita kekuatan dalam menjalani hidup ini, apapun yang terjadi, sebab kita percaya persoalan dan pencobaan yang diizinkanNya, tidak ada yang terjadi tanpa seizinNya, tidak akan melampaui kekuatan kita sebab Allah setia dan tidak pernah meninggalkan kita.
Kebingungan bisa terjadi ketika kita tidak mempercayaiNya, kita membandingkan dengan masalah orang lain yang kelihatannya lebih ringan atau membandingkan hidup kita dengan orang lain yang kelihatannya lebih berhasil dari hidup kita, kita menjadi iri hati dengan orang lain sehingga hilanglah damai sejahtera kita di dalam Tuhan. Tuhan memiliki rencana yang berbeda-beda kepada setiap anak-anakNya sesuai dengan kemampuan kita. Tugas kita adalah menggenapi rencanaNya dengan penuh sukacita, apapun rencanaNya sebab ketika hidup didalam rencanaNya, kita akan menemukan passion of life, gairah hidup, kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan apapun juga. Kita bisa bernyanyi It is well with my soul, nyamanlah jiwaku.
Kita tidak akan pusing dan iri hati melihat tingkah laku, pola hidup orang-orang yang mengejar kekayaan dengan cara yang tidak benar, mengejar kekuasaan dengan mengorbankan hak orang lain, bersenang-senang diatas penderitaan orang lain dan hal-hal yang tidak benar lainnya sebab mereka tidak akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati, mereka akan selalu merasakan kekosongan jiwa jika mereka tidak percaya kepada Tuhan dan melakukan kehendakNya.
Satu hal yang kita harus ingat, Bapa yang baik pasti memberikan yang terbaik bagi anakNya dan Iblis yang jahat pasti memberikan yang terjahat bagi kita. Walaupun saat ini kita masih ada kebingungan dan keraguan akan hidup ini, kita tetap bisa melangkah dengan iman bahwa Tuhan masih ada dan masih berdaulat dalam hidup kita. Tetap lakukan yang terbaik yang kita bisa lakukan, menabur dan menabur yang baik, meskipun kita mungkin tidak menuainya langsung tapi apa yang kita tabur akan kita tuai kelak.
Perhatian kita hanya terfokus pada masalah yang ada dan berharap akan ada penyelesaian secepatnya. Kenyataannya, selama kita hidup di dunia, masalah akan berjalan bersama-sama kita sampai akhir hidup kita. Adalah hal yang sia-sia jika kita ingin hidup tanpa masalah. Tidak dicari pun, masalah akan datang, apalagi jika kita mencarinya, segera dia akan muncul di hadapan kita.
Namun yang sering membuat kita bingung adalah pertanyaan mengapa begitu, mengapa begini yang akan mendewasakan kita. Kadang kita tidak tahu apa penyebabnya sampai akhirnya masalah lewat begitu saja.
Sebagai orang percaya kepada Tuhan, kita dituntut percaya tanpa melihat, yang kita sebut iman. Kita percaya dalam melewati masalah apapun yang membuat kita bingung, ada Tuhan yang beserta dengan kita. Tuhan yang baik memiliki rencana yang baik dan indah dalam hidup kita tanpa kita perlu untuk mengetahuinya terlebih dahulu.
Ketika kita percaya kepada Tuhan dan berjalan sesuai dengan kehendakNya, walaupun kenyataannya kita bingung apa kehendak Tuhan dalam hidup kita, Tuhan akan memberi kita kekuatan dalam menjalani hidup ini, apapun yang terjadi, sebab kita percaya persoalan dan pencobaan yang diizinkanNya, tidak ada yang terjadi tanpa seizinNya, tidak akan melampaui kekuatan kita sebab Allah setia dan tidak pernah meninggalkan kita.
Kebingungan bisa terjadi ketika kita tidak mempercayaiNya, kita membandingkan dengan masalah orang lain yang kelihatannya lebih ringan atau membandingkan hidup kita dengan orang lain yang kelihatannya lebih berhasil dari hidup kita, kita menjadi iri hati dengan orang lain sehingga hilanglah damai sejahtera kita di dalam Tuhan. Tuhan memiliki rencana yang berbeda-beda kepada setiap anak-anakNya sesuai dengan kemampuan kita. Tugas kita adalah menggenapi rencanaNya dengan penuh sukacita, apapun rencanaNya sebab ketika hidup didalam rencanaNya, kita akan menemukan passion of life, gairah hidup, kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan apapun juga. Kita bisa bernyanyi It is well with my soul, nyamanlah jiwaku.
Kita tidak akan pusing dan iri hati melihat tingkah laku, pola hidup orang-orang yang mengejar kekayaan dengan cara yang tidak benar, mengejar kekuasaan dengan mengorbankan hak orang lain, bersenang-senang diatas penderitaan orang lain dan hal-hal yang tidak benar lainnya sebab mereka tidak akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati, mereka akan selalu merasakan kekosongan jiwa jika mereka tidak percaya kepada Tuhan dan melakukan kehendakNya.
Satu hal yang kita harus ingat, Bapa yang baik pasti memberikan yang terbaik bagi anakNya dan Iblis yang jahat pasti memberikan yang terjahat bagi kita. Walaupun saat ini kita masih ada kebingungan dan keraguan akan hidup ini, kita tetap bisa melangkah dengan iman bahwa Tuhan masih ada dan masih berdaulat dalam hidup kita. Tetap lakukan yang terbaik yang kita bisa lakukan, menabur dan menabur yang baik, meskipun kita mungkin tidak menuainya langsung tapi apa yang kita tabur akan kita tuai kelak.
Rabu, 08 Agustus 2012
Bebal
Kita seringkali dibuat kesal dengan orang bebal. Kita sudah mengajarkan yang benar, tapi yang dilakukan sebaliknya. Tidak bisa dipungkiri, kebiasaan lama sulit diubah, perlu proses dan ketekunan. Mungkin bagi sebagian orang, apa yang dikerjakan adalah baik menurut pendapatnya sehingga ketika diarahkan untuk berubah, menjadi sulit untuk dilakukan.Misalnya ketika kita terbiasa untuk berbohong, ketika kita diajarkan untuk berkata jujur, maka akan mengalami banyak kendala dalam penerapannya sehari-hari.
Padahal berkata jujur adalah sesuatu yang baik, yang seharusnya menjadi kebiasaan hidup kita. Seringkali juga kita mengabaikan peringatan karena untuk berubah dari kebiasaan lama kita tidaklah menyenangkan. Ada hal-hal yang kita sukai yang harus dilepaskan. Berpindah dari yang mudah dilakukan kepada hal-hal yang sepertinya sulit karena belum bisa atau terbiasa.
Tidak ada batasan umur untuk belajar menjadi lebih baik. Bahkan semakin bertambah umur, diharapkan kita semakin baik sebab semakin dekat kita akan menghadap Sang Pencipta untuk memberikan pertanggungjawaban. Hidup ini adalah waktu kita untuk belajar menyadari banyak hal yang harus dicapai yaitu kesempurnaan hidup. Ada maksud dan tujuan Tuhan menciptakan kita yaitu untuk melakukan kehendak dan rencanaNya.
Ketika kita hidup diluar rancanganNya, maka kita sebenarnya hidup sia-sia dan tak memiliki arah dan tujuan sehingga mudah sekali kita menjadi putus asa dan jauh dari damai sejahtera. Orang yang bebal tidak akan memiliki hidup yang baik, baginya hidup hanya sekali, nikmati dan selesai sudah.
Jangan kita menjadi orang bebal, tetapi menjadi penurut FirmanNya karena hidup kita terlalu berharga untuk disia-siakan. Kita akan menyesal jika kita tidak memulai dari sekarang untuk tidak jemu-jemu belajar menjadi lebih baik. Sebebal-bebalnya kita, ketika kita mau untuk berubah maka akan ada hasilnya. Proses yang dilewati walaupun menyakitkan tapi akan membawa kebaikan bagi kita.
Padahal berkata jujur adalah sesuatu yang baik, yang seharusnya menjadi kebiasaan hidup kita. Seringkali juga kita mengabaikan peringatan karena untuk berubah dari kebiasaan lama kita tidaklah menyenangkan. Ada hal-hal yang kita sukai yang harus dilepaskan. Berpindah dari yang mudah dilakukan kepada hal-hal yang sepertinya sulit karena belum bisa atau terbiasa.
Tidak ada batasan umur untuk belajar menjadi lebih baik. Bahkan semakin bertambah umur, diharapkan kita semakin baik sebab semakin dekat kita akan menghadap Sang Pencipta untuk memberikan pertanggungjawaban. Hidup ini adalah waktu kita untuk belajar menyadari banyak hal yang harus dicapai yaitu kesempurnaan hidup. Ada maksud dan tujuan Tuhan menciptakan kita yaitu untuk melakukan kehendak dan rencanaNya.
Ketika kita hidup diluar rancanganNya, maka kita sebenarnya hidup sia-sia dan tak memiliki arah dan tujuan sehingga mudah sekali kita menjadi putus asa dan jauh dari damai sejahtera. Orang yang bebal tidak akan memiliki hidup yang baik, baginya hidup hanya sekali, nikmati dan selesai sudah.
Jangan kita menjadi orang bebal, tetapi menjadi penurut FirmanNya karena hidup kita terlalu berharga untuk disia-siakan. Kita akan menyesal jika kita tidak memulai dari sekarang untuk tidak jemu-jemu belajar menjadi lebih baik. Sebebal-bebalnya kita, ketika kita mau untuk berubah maka akan ada hasilnya. Proses yang dilewati walaupun menyakitkan tapi akan membawa kebaikan bagi kita.
Minggu, 05 Agustus 2012
Kecewa
Tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak pernah merasa kecewa sebab tidak semua yang kita inginkan terjadi dalam hidup kita. Anak kecewa kepada orang tua, karyawan kecewa kepada pimpinan, rakyat kecewa dengan pemerintah, kita kecewa kepada Tuhan, dan masih banyak lagi. Kekecewaan bisa terjadi karena harapan kita kepada seseorang terlalu tinggi, kesalahan kita sendiri melewatkan kesempatan baik, dan karena kita tidak tahu permasalahannya.
Jika rasa kecewa terus kita pelihara maka lambat laun kita akan menjadi orang yang pasif dalam hidup ini karena dalam benak kita keadaan tidak akan menjadi lebih baik jika kita berbuat sesuatu. Bisa dikatakan hidup segan, mati takut atau segan hidup, takut mati. Menjalani hidup tanpa semangat, tidak percaya orang lain, tidak percaya Tuhan, dan akhirnya hanya mengandalkan diri sendiri. Jika terbentur dengan rasa kecewa terhadap diri sendiri maka akan menjadi depresi atau mungkin setengah waras.
Kita harus menyadari bahwa kita hidup di dunia yang tidak sempurna karena kita telah jatuh ke dalam dosa. Ada hal-hal yang bisa terjadi di luar kekuasaan kita. Kita bisa saja kecewa tapi jangan biarkan rasa kecewa menghambat kita untuk menjalani hidup kita sesuai rencana Tuhan. Rasa kecewa biarlah menyadarkan kita bahwa kita masih manusia dan menjadi pemicu kita untuk melakukan yang lebih baik lagi.
Jika kita tidak mau kecewa maka seharusnya kita tidak mengecewakan orang lain dengan sikap perbuatan dan perkataan kita, terlebih kepada Tuhan. Sebaliknya sudahkah hidup kita membuat orang-orang yang kita kasihi bangga terhadap kita?
Jika rasa kecewa terus kita pelihara maka lambat laun kita akan menjadi orang yang pasif dalam hidup ini karena dalam benak kita keadaan tidak akan menjadi lebih baik jika kita berbuat sesuatu. Bisa dikatakan hidup segan, mati takut atau segan hidup, takut mati. Menjalani hidup tanpa semangat, tidak percaya orang lain, tidak percaya Tuhan, dan akhirnya hanya mengandalkan diri sendiri. Jika terbentur dengan rasa kecewa terhadap diri sendiri maka akan menjadi depresi atau mungkin setengah waras.
Kita harus menyadari bahwa kita hidup di dunia yang tidak sempurna karena kita telah jatuh ke dalam dosa. Ada hal-hal yang bisa terjadi di luar kekuasaan kita. Kita bisa saja kecewa tapi jangan biarkan rasa kecewa menghambat kita untuk menjalani hidup kita sesuai rencana Tuhan. Rasa kecewa biarlah menyadarkan kita bahwa kita masih manusia dan menjadi pemicu kita untuk melakukan yang lebih baik lagi.
Jika kita tidak mau kecewa maka seharusnya kita tidak mengecewakan orang lain dengan sikap perbuatan dan perkataan kita, terlebih kepada Tuhan. Sebaliknya sudahkah hidup kita membuat orang-orang yang kita kasihi bangga terhadap kita?
Senin, 16 Juli 2012
Mujizat untuk orang yang tidak percaya
Ada orang yang tidak percaya menerima mujizat sementara orang percaya tidak melihat mujzat. Mujizat terjadi karena Allah ingin menyatakan kuasanya supaya kita percaya bahwa Allah ada dan berkuasa. Sementara mujizat tidak terjadi karena kita sudah percaya dan seharusnya ada atau tidak adanya mujizat tidak mengubah percaya kita kepada Allah. Namun ada saatnya kita sangat ingin melihat mujizat karena kita mau apa yang kita inginkan menjadi kenyataan.
Apa yang kita inginkan belum tentu sesuai dengan apa yang Allah inginkan, sangat mungkin jauh berbeda. Ketika kita dilanda kesulitan, kita berdoa, kita berharap Allah mau menolong sesuai dengan yang kita mau. Sementara kita melihat orang lain begitu mudahnya mendapatkan mujizat dari Allah. Orang lain mengalami kemenangan, keberuntungan dan sedang mendaki tangga kesuksesan. Kita merasa kita sedang berjalan di tempat dan tidak ada perubahan yang berarti. Kita mulai mempertanyakan keberadaan Allah apakah Dia pilih kasih? Bukankah kita juga berdoa dan percaya kepadaNya?
Satu hal yang harus kita yakini bahwa Allah tidak pernah salah, apapun yang terjadi dalam hidup kita bukan salah Allah. Kitalah yang harus memeriksa diri kita apakah selama ini tujuan hidup kita untuk menyenangkan diri sendiri atau Allah? Bukankan panggilan hidup adalah untuk menyenangkan hatiNya. Menjadi bagian kita untuk menundukkan diri kita dibawah otoritas Allah. Namun bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa. Kita adalah manusia yang memiliki kehendak dan kemampuan untuk bertindak tapi tetap ada batasannya.
Bukan menjadi hak kita untuk memaksakan kehendak kita yang terlaksana dengan cara natural dan supranatural, namun kehendak Allah yang terjadi. Sekarang kita melihat bahwa Allah menyatakan mujizat bagi kita yang tidak percaya agar kita percaya dan tidak menutup kemungkinan mujizat terjadi bagi kita yang percaya bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita. Setiap pencobaan dan masalah yang kita hadapi tidak akan melebihi kekuatan kita sebab Allah maha tahu kemampuan setiap kita
Apa yang kita inginkan belum tentu sesuai dengan apa yang Allah inginkan, sangat mungkin jauh berbeda. Ketika kita dilanda kesulitan, kita berdoa, kita berharap Allah mau menolong sesuai dengan yang kita mau. Sementara kita melihat orang lain begitu mudahnya mendapatkan mujizat dari Allah. Orang lain mengalami kemenangan, keberuntungan dan sedang mendaki tangga kesuksesan. Kita merasa kita sedang berjalan di tempat dan tidak ada perubahan yang berarti. Kita mulai mempertanyakan keberadaan Allah apakah Dia pilih kasih? Bukankah kita juga berdoa dan percaya kepadaNya?
Satu hal yang harus kita yakini bahwa Allah tidak pernah salah, apapun yang terjadi dalam hidup kita bukan salah Allah. Kitalah yang harus memeriksa diri kita apakah selama ini tujuan hidup kita untuk menyenangkan diri sendiri atau Allah? Bukankan panggilan hidup adalah untuk menyenangkan hatiNya. Menjadi bagian kita untuk menundukkan diri kita dibawah otoritas Allah. Namun bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa. Kita adalah manusia yang memiliki kehendak dan kemampuan untuk bertindak tapi tetap ada batasannya.
Bukan menjadi hak kita untuk memaksakan kehendak kita yang terlaksana dengan cara natural dan supranatural, namun kehendak Allah yang terjadi. Sekarang kita melihat bahwa Allah menyatakan mujizat bagi kita yang tidak percaya agar kita percaya dan tidak menutup kemungkinan mujizat terjadi bagi kita yang percaya bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita. Setiap pencobaan dan masalah yang kita hadapi tidak akan melebihi kekuatan kita sebab Allah maha tahu kemampuan setiap kita
Senin, 11 Juni 2012
Satu kata satu tindakan
Integritas yaitu satu kata satu tindakan, artinya apa yang dikatakan A maka yang dilakukan A. Sulit menerapkan hal ini karena kita terbiasa untuk berjanji tanpa memikirkan terlebih dahulu apakah kita sanggup menepati janji kita. Seringkali kita kecewa dengan mulut manis orang yang berjanji tapi menghindar untuk menepatinya. Kita pun demikian, karena tidak ingin melihat orang kecewa maka kita memberi harapan-harapan yang kelak tidak kita tepati. Kita kalah dibandingkan merpati yang tak pernah ingkar janji.
Orang yang tidak bisa dipegang kata-katanya akan kehilangan kepercayaan dari orang lain. Maka keluarlah pepatah diam itu emas, lebih baik diam daripada salah berbicara bila tidak paham akan masalahnya. Kebanyakan kita ingin didengarkan pendapat kita, dihargai keinginan kita, tapi kita jarang dan tidak peduli dengan pendapat dan mungkin kebutuhan orang lain. Ada kepuasan bila unek-unek kita diungkapkan dan lebih puas lagi jika orang lain merespon seperti yang kita harapkan. Namun ada beban bila kita yang menjadi pendengar karena kita diharapkan ikut merespon apa yang orang lain ungkapkan.
Kita ingin menjadi pembicara, seakan akan kita memiliki banyak pemikiran yang baik dan berguna bagi diri kita sendiri namun melibatkan orang lain. Kita ingin orang lain mengikuti apa yang kita bicarakan. Seperti kita mengharapkan orang lain memperlakukan kita, maka kita pun seharusnya memperlakukan mereka. Ketika kita ingin didengarkan maka kita pun bersedia mendengarkan orang lain. Ada hubungan timbal balik.
Perkataan kita harus kita pertanggung jawabkan sepenuhnya. Ketika kita ingin dipercaya oleh orang lain, maka kita harus berkata-kata yang benar dan lebih penting lagi, kita melakukan apa yang kita katakan. Terlebih saat ini kita melihat pemimpin-pemimpin keluarga, masyarakat, pemerintah banyak berkata-kata tapi tanpa tindakan. Siapa pun bisa berkata-kata tetapi tidak semuanya bisa melakukan apa yang dikatakannya.
Sekarang ini kita miskin orang-orang yang memiliki integritas yang baik, lebih banyak kita menemukan orang-orang yang bermuka dua seperti pemain sandiwara yang memerankan orang lain. Kepura-puraan bukan ketulusan yang banyak kita temui. Kita pun demikian, tanpa sadar terlibat didalamnya. Orang lain yang menilai kita, apakah kita memiliki integritas yang baik?
Kita bisa belajar dari hal-hal sederhana, berfikir panjang sebelum berkata-kata, berani menepati janji walaupun rugi, bertindak hati-hati dan selalu ingat bahwa ada Tuhan yang maha tahu apa yang kita perbuat.
Kita didalam kuasa Tuhan yang sanggup menolong kita yang mau belajar dan berusaha melakukan yang baik dan benar. Katakan apa yang kita pastikan itu baik dan benar. Maka kita juga yang akan menikmati hasilnya. Kata-kata tanpa perbuatan adalah sia-sia.
Orang yang tidak bisa dipegang kata-katanya akan kehilangan kepercayaan dari orang lain. Maka keluarlah pepatah diam itu emas, lebih baik diam daripada salah berbicara bila tidak paham akan masalahnya. Kebanyakan kita ingin didengarkan pendapat kita, dihargai keinginan kita, tapi kita jarang dan tidak peduli dengan pendapat dan mungkin kebutuhan orang lain. Ada kepuasan bila unek-unek kita diungkapkan dan lebih puas lagi jika orang lain merespon seperti yang kita harapkan. Namun ada beban bila kita yang menjadi pendengar karena kita diharapkan ikut merespon apa yang orang lain ungkapkan.
Kita ingin menjadi pembicara, seakan akan kita memiliki banyak pemikiran yang baik dan berguna bagi diri kita sendiri namun melibatkan orang lain. Kita ingin orang lain mengikuti apa yang kita bicarakan. Seperti kita mengharapkan orang lain memperlakukan kita, maka kita pun seharusnya memperlakukan mereka. Ketika kita ingin didengarkan maka kita pun bersedia mendengarkan orang lain. Ada hubungan timbal balik.
Perkataan kita harus kita pertanggung jawabkan sepenuhnya. Ketika kita ingin dipercaya oleh orang lain, maka kita harus berkata-kata yang benar dan lebih penting lagi, kita melakukan apa yang kita katakan. Terlebih saat ini kita melihat pemimpin-pemimpin keluarga, masyarakat, pemerintah banyak berkata-kata tapi tanpa tindakan. Siapa pun bisa berkata-kata tetapi tidak semuanya bisa melakukan apa yang dikatakannya.
Sekarang ini kita miskin orang-orang yang memiliki integritas yang baik, lebih banyak kita menemukan orang-orang yang bermuka dua seperti pemain sandiwara yang memerankan orang lain. Kepura-puraan bukan ketulusan yang banyak kita temui. Kita pun demikian, tanpa sadar terlibat didalamnya. Orang lain yang menilai kita, apakah kita memiliki integritas yang baik?
Kita bisa belajar dari hal-hal sederhana, berfikir panjang sebelum berkata-kata, berani menepati janji walaupun rugi, bertindak hati-hati dan selalu ingat bahwa ada Tuhan yang maha tahu apa yang kita perbuat.
Kita didalam kuasa Tuhan yang sanggup menolong kita yang mau belajar dan berusaha melakukan yang baik dan benar. Katakan apa yang kita pastikan itu baik dan benar. Maka kita juga yang akan menikmati hasilnya. Kata-kata tanpa perbuatan adalah sia-sia.
Langganan:
Postingan (Atom)