Banyak dari kita masih bertanya-tanya, apakah kita sudah berjalan sesuai kehendakNya? Kita seringkali terpesona melihat kesuksesan orang lain dan ingin menjadi seperti mereka. Kita sering juga mengkultuskan orang-orang yang kita anggap suci tapi akhirnya kecewa ketika mereka melakukan pelanggaran seperti kita. Contohnya pendeta yang pandai berkotbah namun tidak pandai dalam bersikap, bahkan menjadi batu sandungan yang membuat jemaatnya undur dari kebaktian.
Tidak ada orang yang sempurna. Jika ada orang yang mengaku dirinya orang suci, berarti dia melawan Tuhan.Setiap orang yang hidup di dunia ini adalah orang berdosa yang memerlukan Tuhan karena hanya Tuhan yang mampu menyucikan kita.
Setiap kita memiliki panggilan hidup masing-masing, bisa menjadi dokter, guru, pengusaha, karyawan dan lain-lain. Ada orang yang setelah menjadi dokter, lalu berubah profesi jadi pendeta dan lain sebagainya. Selama profesi itu sesuai dengan kehendak Tuhan dan membuat orang tersebut menjadi lebih baik dari sebelumnya, maka itu patut ditiru dan diteladani.
Bila setiap profesi yang berkenan kepada Tuhan, dikerjakan dengan sungguh-sungguh maka hidupnya akan berhasil dan menjadi berkat bagi banyak orang. Itulah arti hidup yang sesungguhnya yang harus kita perjuangkan. Bukan mencari hal-hal yang sia-sia dengan jalan pintas mencari kekayaan dan kekuasaan dengan menghalalkan segala cara lalu mulai menebus kesalahannya dengan menjadi donatur di kegiatan sosial dan gereja.
Kita tidak bisa menebus dosa dengan dosa. Pertobatan yang ditutut oleh Tuhan ketika kita ingin hidup kita merdeka dari dosa. Melangkah pasti bersama Tuhan melakukan kewajiban kita masing-masing, jangan mau dipengaruhi oleh nasihat-nasihat yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Yakinlah bahwa kita tidak berjalan sendiri, ketika kita menerima Tuhan dalam hidup kita. Taatilah Firman Tuhan walaupun terasa berat dan melelahkan karena Tuhan tidak bisa pernah disesatkan oleh siapa pun juga, apa yang ditabur orang, itu yang akan dituainya.
Tetap kerjakan keselamatan kita dengan hidup takut dan gentar kepadaNya. Percayalah Dia akan menguatkan langkah kita menuju kesempurnaan bersamaNya.
Jumat, 02 November 2012
Minggu, 14 Oktober 2012
Beban
Tidak ada seorangpun yang mau diberi beban karena tidak membuat kita berjalan leluasa. Namun setiap orang pasti memiliki beban hidup yang harus dipikul. Baik itu beban karena kesalahan sendiri, kesalahan orang lain atau beban dari lahir. Beban bisa berarti kelemahan fisik kita, kekurangan mental kita, atau masalah hidup. Tanpa beban, kita menjadi orang yang berjalan tanpa tujuan. Dengan membawa beban, maka kita akan berjalan dengan fokus untuk menyelesaikannya.
Jika orang berjalan tanpa beban, maka akan mudah menyimpang ke kanan dan ke kiri sebab tidak ada tempat yang dituju. Beban membuat kita mau belajar dari kekurangan dan kelemahan kita agar kita bisa memaksimalkan potensi yang ada di dalam kita. Orang yang merasa dirinya baik-baik saja akan mudah merasa sombong dan tidak menghargai hidupnya. Tetapi orang yang merasa dirinya buruk akan mudah putus asa dan tidak menghargai hidupnya juga.
Jadi orang yang menghargai hidupnya adalah orang yang mampu menerima dirinya apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya. Tidak ada orang yang seluruh hidupnya adalah kekurangan atau kelebihan. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Jika kita tidak mengasihi diri kita sendiri, maka tidak mungkin kita mengasihi orang lain, apalagi Tuhan.
Tuhan tahu bahwa kita merasakan beban hidup yang berat selama ada di dunia ini. Tuhan tidak melepaskan beban kita, tapi Dia memberikan beban yang ringan yang dapat kita tanggung. Sebab Tuhan setia dan mengasihi kita. Beban membuat kita menjadi pribadi yang kuat dan bertanggung jawab.
Sebuah contoh, orang yang berjalan diatas tali, akan lebih mudah dia berjalan fokus ke depan dengan membawa gala untuk menyeimbangkan tubuhnya. Jika gala yang dipegangnya terlalu berat, maka dia akan jatuh, demikian juga jika terlalu ringan, maka akan sia-sia, bisa tertiup angin dan jatuh. Gala yang pas yang sesuailah yang akan mempercepat langkahnya untuk sampai di tujuan.
Begitupun hidup kita, gala yang kita pegang, bila terlalu ringan, maka kita akan terlena dan jatuh, tapi jika terlalu berat, maka kita juga akan langsung jatuh. Gala yang pas yang akan membuat kita berjalan maju. Beban apapun yang kita sedang dipikul, yakinlah bahwa itu beban yang pas yang sanggup kita pikul. Jika kita berjalan bersama dengan Tuhan, maka ketika kita goyah, maka Dia akan memegang tangan kita supaya kita tidak terjatuh. Tetapi jika kita menepis tangan Tuhan, maka dipastikan kita akan jatuh.
Jika orang berjalan tanpa beban, maka akan mudah menyimpang ke kanan dan ke kiri sebab tidak ada tempat yang dituju. Beban membuat kita mau belajar dari kekurangan dan kelemahan kita agar kita bisa memaksimalkan potensi yang ada di dalam kita. Orang yang merasa dirinya baik-baik saja akan mudah merasa sombong dan tidak menghargai hidupnya. Tetapi orang yang merasa dirinya buruk akan mudah putus asa dan tidak menghargai hidupnya juga.
Jadi orang yang menghargai hidupnya adalah orang yang mampu menerima dirinya apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya. Tidak ada orang yang seluruh hidupnya adalah kekurangan atau kelebihan. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Jika kita tidak mengasihi diri kita sendiri, maka tidak mungkin kita mengasihi orang lain, apalagi Tuhan.
Tuhan tahu bahwa kita merasakan beban hidup yang berat selama ada di dunia ini. Tuhan tidak melepaskan beban kita, tapi Dia memberikan beban yang ringan yang dapat kita tanggung. Sebab Tuhan setia dan mengasihi kita. Beban membuat kita menjadi pribadi yang kuat dan bertanggung jawab.
Sebuah contoh, orang yang berjalan diatas tali, akan lebih mudah dia berjalan fokus ke depan dengan membawa gala untuk menyeimbangkan tubuhnya. Jika gala yang dipegangnya terlalu berat, maka dia akan jatuh, demikian juga jika terlalu ringan, maka akan sia-sia, bisa tertiup angin dan jatuh. Gala yang pas yang sesuailah yang akan mempercepat langkahnya untuk sampai di tujuan.
Begitupun hidup kita, gala yang kita pegang, bila terlalu ringan, maka kita akan terlena dan jatuh, tapi jika terlalu berat, maka kita juga akan langsung jatuh. Gala yang pas yang akan membuat kita berjalan maju. Beban apapun yang kita sedang dipikul, yakinlah bahwa itu beban yang pas yang sanggup kita pikul. Jika kita berjalan bersama dengan Tuhan, maka ketika kita goyah, maka Dia akan memegang tangan kita supaya kita tidak terjatuh. Tetapi jika kita menepis tangan Tuhan, maka dipastikan kita akan jatuh.
Selasa, 25 September 2012
Tindak kekerasan
Dari jaman dahulu, selalu ada tindak kekerasan, dimulai dari Kain yang membunuh Habel, terus berlanjut sampai sekarang. Intensitasnya makin bertambah seiring makin bertambahnya kejahatan. Manusia makin tidak sabaran, tidak peduli dengan sesama dan tidak berfikir dengan akal sehat lagi. Jika dulu kita mendengar deru perang di negara lain yang jauh letaknya, sekarang kita sudah melihatnya langsung, di sekitar kita sudah terjadi. Semakin canggihnya teknologi keamanan, semakin canggih juga pelaku kejahatan dalam melaksanakan aksinya.
Tidak ada tempat yang aman di dunia ini, jarak maut dan kita hanya dibatasi satu langkah saja. Kita bisa menjadi korban tindak kejahatan sewaktu-waktu. Hanya anugerah Tuhan kalau kita masih bisa hidup sekarang ini. Kita hanya bisa mengantisipasi agar tidak menjadi korban dengan berlaku sopan dan sesuai dengan peraturan yang ada.
Firman Tuhan berkata jika kita rajin berbuat baik, masakan kita mengalami kejahatan, kalaupun kita mengalaminya, itu adalah anugerah, sebab lebih baik menderita karena berbuat baik daripada bersenang-senang karena berbuat jahat. Sebab Tuhan menentang orang yang melakukan tindak kekerasan. Jika kita membalas kejahatan dengan kebaikan maka kita menaruh bara api diatas kepala orang itu, artinya Tuhan yang akan membalas apa yang diperbuatnya dengan caraNya. Bisa saja dengan menyadarkan orang tersebut atau menghukumnya untuk kebaikannya.
Tuhan tidak berharap kita binasa akan kejahatan kita tetapi Dia mau mengampuni kejahatan kita dan memberi kesempatan agar kita berbuat baik. Tuhan memberikan hujan dan panas bagi orang baik dan orang jahat. Dia memberikan kesempatan bagi kita untuk mengisi hidup kita dengan buah-buah kasih. Kasih mengalahkan kekerasan hati dan perbuatan jahat.
Menjaga sikap dengan kelemah lembutan dan kesabaran akan meredam tindak kekerasan yang terjadi. Batu yang keras jika ditetesi dengan air maka akan berlubang, tetapi pisau diasah dengan pisau maka akan semakin tajam. Orang yang gemar bermain dengan pedang, akan mati oleh pedang. Kenakan kasih Kristus yang menyelamatkan hidup kita.
Tidak ada tempat yang aman di dunia ini, jarak maut dan kita hanya dibatasi satu langkah saja. Kita bisa menjadi korban tindak kejahatan sewaktu-waktu. Hanya anugerah Tuhan kalau kita masih bisa hidup sekarang ini. Kita hanya bisa mengantisipasi agar tidak menjadi korban dengan berlaku sopan dan sesuai dengan peraturan yang ada.
Firman Tuhan berkata jika kita rajin berbuat baik, masakan kita mengalami kejahatan, kalaupun kita mengalaminya, itu adalah anugerah, sebab lebih baik menderita karena berbuat baik daripada bersenang-senang karena berbuat jahat. Sebab Tuhan menentang orang yang melakukan tindak kekerasan. Jika kita membalas kejahatan dengan kebaikan maka kita menaruh bara api diatas kepala orang itu, artinya Tuhan yang akan membalas apa yang diperbuatnya dengan caraNya. Bisa saja dengan menyadarkan orang tersebut atau menghukumnya untuk kebaikannya.
Tuhan tidak berharap kita binasa akan kejahatan kita tetapi Dia mau mengampuni kejahatan kita dan memberi kesempatan agar kita berbuat baik. Tuhan memberikan hujan dan panas bagi orang baik dan orang jahat. Dia memberikan kesempatan bagi kita untuk mengisi hidup kita dengan buah-buah kasih. Kasih mengalahkan kekerasan hati dan perbuatan jahat.
Menjaga sikap dengan kelemah lembutan dan kesabaran akan meredam tindak kekerasan yang terjadi. Batu yang keras jika ditetesi dengan air maka akan berlubang, tetapi pisau diasah dengan pisau maka akan semakin tajam. Orang yang gemar bermain dengan pedang, akan mati oleh pedang. Kenakan kasih Kristus yang menyelamatkan hidup kita.
Senin, 24 September 2012
Hukum kasih
Hukum kasih adalah hukum yang sempurna. Hukum kasih memberi kemerdekaan. Hukum kasih berbanding terbalik dengan hukum dunia ini. Hukum dunia menuntut keadilan menurut pandangan manusia yang terbatas.
Hukum dunia mengajarkan mata ganti mata, gigi ganti gigi dan hukum kasih mengajarkan jika ditampar pipi kiri, berikan pipi kanan. Umat Tuhan diibaratkan sebagai domba yang memerlukan gembala, bukan singa yang berjuang sendiri.
Membunuh sama dengan membenci orang, mencuri sama dengan mengingini milik orang lain, mencintai sesuatu lebih dari mencintai Tuhan adalah penyembahan berhala, melihat wanita dengan gairah termasuk sudah berzinah dengannya. Hukum kasih menilai segala sesuatu dari akarnya bukan saja dari perbuatannya.
Sebab setiap perbuatan berasal dari buah hati dan pikiran sehingga hukum kasih lebih mendidik seseorang agar menyadari perbuatannya dan bertobat.
Hukum dunia tidak menyadarkan kita dari kesalahan kita bahkan membuat kita bertambah jahat sebab kita sebenarnya tidak tahu mana yang baik. Hukuman tanpa kasih tidak mendatangkan kebenaran sebab bagaimana kita dapat melakukan yang baik jika kita berpikir apa yang kita lakukan baik ternyata salah. Hukum kasih menyediakan pengampunan karena yang kita butuhkan adalah pengampunan, penyembuhan terhadap luka-luka di hati kita. Kita tidak saja melakukan kesalahan kepada orang lain tetapi juga kita mengalami perlakuan yang salah dari orang lain.
Kita mampu mengampuni kesalahan orang lain ketika kita terlebih dulu diampuni. Pengampunan mendahului pertobatan. Ketika kita sadar bahwa kita salah, kita akan belajar dari kesalahan kita. Tetapi ketika kita dihukum karena kita tidak sadar akan apa yang kita lakukan, maka kita akan cenderung untuk memberontak dan tidak mau belajar dari kesalahan kita.
Sebab itu kita memerlukan hukum kasih sebagai pedoman hidup kita, seperti Tuhan telah mengasihi dan mengajar kita, demikian pula kita memperlakukan sesama kita. Kasih tidak mementingkan diri sendiri, kasih itu sabar, murah hati, tidak sombong, bisa menerima kelebihan dan kekurangan orang lain.
Jika Tuhan tidak memiliki hukum, maka kita akan menjadi liar dan binasa karena kebodohan kita. Jika Tuhan tidak memiliki kasih, maka kita hidup dalam ketakutan dan binasa karena kejahatan kita. Kenakan hukum kasih yang menyelamatkan hidup kita.
Hukum dunia mengajarkan mata ganti mata, gigi ganti gigi dan hukum kasih mengajarkan jika ditampar pipi kiri, berikan pipi kanan. Umat Tuhan diibaratkan sebagai domba yang memerlukan gembala, bukan singa yang berjuang sendiri.
Membunuh sama dengan membenci orang, mencuri sama dengan mengingini milik orang lain, mencintai sesuatu lebih dari mencintai Tuhan adalah penyembahan berhala, melihat wanita dengan gairah termasuk sudah berzinah dengannya. Hukum kasih menilai segala sesuatu dari akarnya bukan saja dari perbuatannya.
Sebab setiap perbuatan berasal dari buah hati dan pikiran sehingga hukum kasih lebih mendidik seseorang agar menyadari perbuatannya dan bertobat.
Hukum dunia tidak menyadarkan kita dari kesalahan kita bahkan membuat kita bertambah jahat sebab kita sebenarnya tidak tahu mana yang baik. Hukuman tanpa kasih tidak mendatangkan kebenaran sebab bagaimana kita dapat melakukan yang baik jika kita berpikir apa yang kita lakukan baik ternyata salah. Hukum kasih menyediakan pengampunan karena yang kita butuhkan adalah pengampunan, penyembuhan terhadap luka-luka di hati kita. Kita tidak saja melakukan kesalahan kepada orang lain tetapi juga kita mengalami perlakuan yang salah dari orang lain.
Kita mampu mengampuni kesalahan orang lain ketika kita terlebih dulu diampuni. Pengampunan mendahului pertobatan. Ketika kita sadar bahwa kita salah, kita akan belajar dari kesalahan kita. Tetapi ketika kita dihukum karena kita tidak sadar akan apa yang kita lakukan, maka kita akan cenderung untuk memberontak dan tidak mau belajar dari kesalahan kita.
Sebab itu kita memerlukan hukum kasih sebagai pedoman hidup kita, seperti Tuhan telah mengasihi dan mengajar kita, demikian pula kita memperlakukan sesama kita. Kasih tidak mementingkan diri sendiri, kasih itu sabar, murah hati, tidak sombong, bisa menerima kelebihan dan kekurangan orang lain.
Jika Tuhan tidak memiliki hukum, maka kita akan menjadi liar dan binasa karena kebodohan kita. Jika Tuhan tidak memiliki kasih, maka kita hidup dalam ketakutan dan binasa karena kejahatan kita. Kenakan hukum kasih yang menyelamatkan hidup kita.
Rabu, 19 September 2012
Kekayaan sejati
Ketika kita lahir didunia, kita tidak membawa apa-apa dan ketika kita meninggalkan dunia, kita juga tidak membawa apa-apa. Apa yang kita miliki di dunia hanya berlaku ketika kita masih hidup di dunia, itu pun kalau kita diberi kuasa untuk menikmatinya. Tidak semua orang diberi kuasa untuk menikmati apa yang dimilikinya. Seringkali apa yang dimilikinya, dinikmati oleh orang lain dan kita hanya bisa melihatnya. Tetapi mengapa kita berlomba-lomba untuk memiliki segala yang ada di dunia?
Hati yang tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya, ditambah mata yang melihat hal-hal yang indah dan pikiran yang menunjang agar keinginan untuk memiliki segera terlaksana. Lingkungan menghargai kita dengan apa yang kita miliki. Keangkuhan hidup membuat kita mengejar kekayaan tanpa kenal aturan.
Tuhan berjanji akan memberkati kita jika kita melakukan bagian kita dan mencukupkan diri dengan apa yang kita miliki.Ketika kita dipercayakan kekayaan baik itu besar atau kecil menurut pemandangan kita, tetaplah itu adalah kekayaan yang harus dipertanggungjawabkan. Ada tujuan dibalik kekayaan yang kita miliki yaitu untuk memperkaya orang lain.
Kekayaan bukan saja berbicara mengenai harta benda, namun pengetahuan, budi, teladan, hikmat adalah kekayaan yang membawa hidup kita memiliki makna. Sia-sia jika kita mengabaikan kekayaan rohani yang tidak kelihatan secara kasat mata tetapi memiliki dampak yang sangat besar bagi hidup kita.
Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah orang yang kaya karena Tuhan kita adalah Tuhan yang memiliki segalanya, baik itu dunia dan manusia, juga hikmat marifat yang tidak ada tandingannya. Tuhan menilai kita kaya dengan apa yang kita berikan dalam hidup kita, bukan apa yang kita miliki. Karena kita memiliki keterbatasan dalam menggunakan kekayaan kita, tapi kita bisa memberikan kekayaan kita tanpa terbatas. Kita dapat memberi harta kita, pengetahuan kita, hikmat kita karena semuanya berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan dengan jalan kita memuliakan namaNya lewat hidup kita.
Teladan hidup kita hanya Tuhan Yesus. Dia hidup didunia untuk memberikan hidupNya agar kita selamat, masuk surga. Dia tidak mengejar harta benda dan kekuasaan di dunia karena bukan itu tujuanNya. Dia datang untuk memberi teladan agar kita mengikutiNya. Dia telah memberi dampak yang luar biasa bagi umat manusia, Dia memberikan kekayaan yang terbesar yaitu hidupNya agar kita hidup.
Kekayaan terbesar kita adalah hidup kita yang telah ditebus oleh darahNya dan biarlah hidup kita bukan untuk diri kita sendiri tetapi kita hidup untuk Tuhan dengan jalan melakukan apa yang Dia mau, yaitu mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Nama Tuhan dipermuliakan lewat sikap perbuatan kita.
Kekayaan dunia akan kita tinggalkan kelak, hanya kekayaan pengenalan akan Tuhan yang akan mengiringi langkah kita masuk dalam rumahNya untuk menikmati kekayaan yang sejati.
Ketika bayi lahir, tangannya akan menggenggam seolah berkata aku akan menggenggam harta dunia ini, tetapi ketika orang meninggal, tangannya akan terkulai seolah berkata tidak harta dunia yang bisa aku bawa di alam kekekalan.
Hati yang tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya, ditambah mata yang melihat hal-hal yang indah dan pikiran yang menunjang agar keinginan untuk memiliki segera terlaksana. Lingkungan menghargai kita dengan apa yang kita miliki. Keangkuhan hidup membuat kita mengejar kekayaan tanpa kenal aturan.
Tuhan berjanji akan memberkati kita jika kita melakukan bagian kita dan mencukupkan diri dengan apa yang kita miliki.Ketika kita dipercayakan kekayaan baik itu besar atau kecil menurut pemandangan kita, tetaplah itu adalah kekayaan yang harus dipertanggungjawabkan. Ada tujuan dibalik kekayaan yang kita miliki yaitu untuk memperkaya orang lain.
Kekayaan bukan saja berbicara mengenai harta benda, namun pengetahuan, budi, teladan, hikmat adalah kekayaan yang membawa hidup kita memiliki makna. Sia-sia jika kita mengabaikan kekayaan rohani yang tidak kelihatan secara kasat mata tetapi memiliki dampak yang sangat besar bagi hidup kita.
Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah orang yang kaya karena Tuhan kita adalah Tuhan yang memiliki segalanya, baik itu dunia dan manusia, juga hikmat marifat yang tidak ada tandingannya. Tuhan menilai kita kaya dengan apa yang kita berikan dalam hidup kita, bukan apa yang kita miliki. Karena kita memiliki keterbatasan dalam menggunakan kekayaan kita, tapi kita bisa memberikan kekayaan kita tanpa terbatas. Kita dapat memberi harta kita, pengetahuan kita, hikmat kita karena semuanya berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan dengan jalan kita memuliakan namaNya lewat hidup kita.
Teladan hidup kita hanya Tuhan Yesus. Dia hidup didunia untuk memberikan hidupNya agar kita selamat, masuk surga. Dia tidak mengejar harta benda dan kekuasaan di dunia karena bukan itu tujuanNya. Dia datang untuk memberi teladan agar kita mengikutiNya. Dia telah memberi dampak yang luar biasa bagi umat manusia, Dia memberikan kekayaan yang terbesar yaitu hidupNya agar kita hidup.
Kekayaan terbesar kita adalah hidup kita yang telah ditebus oleh darahNya dan biarlah hidup kita bukan untuk diri kita sendiri tetapi kita hidup untuk Tuhan dengan jalan melakukan apa yang Dia mau, yaitu mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Nama Tuhan dipermuliakan lewat sikap perbuatan kita.
Kekayaan dunia akan kita tinggalkan kelak, hanya kekayaan pengenalan akan Tuhan yang akan mengiringi langkah kita masuk dalam rumahNya untuk menikmati kekayaan yang sejati.
Ketika bayi lahir, tangannya akan menggenggam seolah berkata aku akan menggenggam harta dunia ini, tetapi ketika orang meninggal, tangannya akan terkulai seolah berkata tidak harta dunia yang bisa aku bawa di alam kekekalan.
Jumat, 14 September 2012
Bingung
Ada orang yang berkata : Saya bukannya tidak percaya bahwa Tuhan masih sanggup menolong saya, tapi saya bingung apa yang harus saya lakukan?. Ketika masalah datang bertubi-tubi dan tidak ada jalan keluar, seringkali kita bertanya-tanya apakah salah saya, apakah ini cobaan yang diizinkan Tuhan, apakah memang ini jalan menuju keberhasilan, dan masih banyak pertanyaan yang seolah olah tidak ada jawabannya.
Perhatian kita hanya terfokus pada masalah yang ada dan berharap akan ada penyelesaian secepatnya. Kenyataannya, selama kita hidup di dunia, masalah akan berjalan bersama-sama kita sampai akhir hidup kita. Adalah hal yang sia-sia jika kita ingin hidup tanpa masalah. Tidak dicari pun, masalah akan datang, apalagi jika kita mencarinya, segera dia akan muncul di hadapan kita.
Namun yang sering membuat kita bingung adalah pertanyaan mengapa begitu, mengapa begini yang akan mendewasakan kita. Kadang kita tidak tahu apa penyebabnya sampai akhirnya masalah lewat begitu saja.
Sebagai orang percaya kepada Tuhan, kita dituntut percaya tanpa melihat, yang kita sebut iman. Kita percaya dalam melewati masalah apapun yang membuat kita bingung, ada Tuhan yang beserta dengan kita. Tuhan yang baik memiliki rencana yang baik dan indah dalam hidup kita tanpa kita perlu untuk mengetahuinya terlebih dahulu.
Ketika kita percaya kepada Tuhan dan berjalan sesuai dengan kehendakNya, walaupun kenyataannya kita bingung apa kehendak Tuhan dalam hidup kita, Tuhan akan memberi kita kekuatan dalam menjalani hidup ini, apapun yang terjadi, sebab kita percaya persoalan dan pencobaan yang diizinkanNya, tidak ada yang terjadi tanpa seizinNya, tidak akan melampaui kekuatan kita sebab Allah setia dan tidak pernah meninggalkan kita.
Kebingungan bisa terjadi ketika kita tidak mempercayaiNya, kita membandingkan dengan masalah orang lain yang kelihatannya lebih ringan atau membandingkan hidup kita dengan orang lain yang kelihatannya lebih berhasil dari hidup kita, kita menjadi iri hati dengan orang lain sehingga hilanglah damai sejahtera kita di dalam Tuhan. Tuhan memiliki rencana yang berbeda-beda kepada setiap anak-anakNya sesuai dengan kemampuan kita. Tugas kita adalah menggenapi rencanaNya dengan penuh sukacita, apapun rencanaNya sebab ketika hidup didalam rencanaNya, kita akan menemukan passion of life, gairah hidup, kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan apapun juga. Kita bisa bernyanyi It is well with my soul, nyamanlah jiwaku.
Kita tidak akan pusing dan iri hati melihat tingkah laku, pola hidup orang-orang yang mengejar kekayaan dengan cara yang tidak benar, mengejar kekuasaan dengan mengorbankan hak orang lain, bersenang-senang diatas penderitaan orang lain dan hal-hal yang tidak benar lainnya sebab mereka tidak akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati, mereka akan selalu merasakan kekosongan jiwa jika mereka tidak percaya kepada Tuhan dan melakukan kehendakNya.
Satu hal yang kita harus ingat, Bapa yang baik pasti memberikan yang terbaik bagi anakNya dan Iblis yang jahat pasti memberikan yang terjahat bagi kita. Walaupun saat ini kita masih ada kebingungan dan keraguan akan hidup ini, kita tetap bisa melangkah dengan iman bahwa Tuhan masih ada dan masih berdaulat dalam hidup kita. Tetap lakukan yang terbaik yang kita bisa lakukan, menabur dan menabur yang baik, meskipun kita mungkin tidak menuainya langsung tapi apa yang kita tabur akan kita tuai kelak.
Perhatian kita hanya terfokus pada masalah yang ada dan berharap akan ada penyelesaian secepatnya. Kenyataannya, selama kita hidup di dunia, masalah akan berjalan bersama-sama kita sampai akhir hidup kita. Adalah hal yang sia-sia jika kita ingin hidup tanpa masalah. Tidak dicari pun, masalah akan datang, apalagi jika kita mencarinya, segera dia akan muncul di hadapan kita.
Namun yang sering membuat kita bingung adalah pertanyaan mengapa begitu, mengapa begini yang akan mendewasakan kita. Kadang kita tidak tahu apa penyebabnya sampai akhirnya masalah lewat begitu saja.
Sebagai orang percaya kepada Tuhan, kita dituntut percaya tanpa melihat, yang kita sebut iman. Kita percaya dalam melewati masalah apapun yang membuat kita bingung, ada Tuhan yang beserta dengan kita. Tuhan yang baik memiliki rencana yang baik dan indah dalam hidup kita tanpa kita perlu untuk mengetahuinya terlebih dahulu.
Ketika kita percaya kepada Tuhan dan berjalan sesuai dengan kehendakNya, walaupun kenyataannya kita bingung apa kehendak Tuhan dalam hidup kita, Tuhan akan memberi kita kekuatan dalam menjalani hidup ini, apapun yang terjadi, sebab kita percaya persoalan dan pencobaan yang diizinkanNya, tidak ada yang terjadi tanpa seizinNya, tidak akan melampaui kekuatan kita sebab Allah setia dan tidak pernah meninggalkan kita.
Kebingungan bisa terjadi ketika kita tidak mempercayaiNya, kita membandingkan dengan masalah orang lain yang kelihatannya lebih ringan atau membandingkan hidup kita dengan orang lain yang kelihatannya lebih berhasil dari hidup kita, kita menjadi iri hati dengan orang lain sehingga hilanglah damai sejahtera kita di dalam Tuhan. Tuhan memiliki rencana yang berbeda-beda kepada setiap anak-anakNya sesuai dengan kemampuan kita. Tugas kita adalah menggenapi rencanaNya dengan penuh sukacita, apapun rencanaNya sebab ketika hidup didalam rencanaNya, kita akan menemukan passion of life, gairah hidup, kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan apapun juga. Kita bisa bernyanyi It is well with my soul, nyamanlah jiwaku.
Kita tidak akan pusing dan iri hati melihat tingkah laku, pola hidup orang-orang yang mengejar kekayaan dengan cara yang tidak benar, mengejar kekuasaan dengan mengorbankan hak orang lain, bersenang-senang diatas penderitaan orang lain dan hal-hal yang tidak benar lainnya sebab mereka tidak akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati, mereka akan selalu merasakan kekosongan jiwa jika mereka tidak percaya kepada Tuhan dan melakukan kehendakNya.
Satu hal yang kita harus ingat, Bapa yang baik pasti memberikan yang terbaik bagi anakNya dan Iblis yang jahat pasti memberikan yang terjahat bagi kita. Walaupun saat ini kita masih ada kebingungan dan keraguan akan hidup ini, kita tetap bisa melangkah dengan iman bahwa Tuhan masih ada dan masih berdaulat dalam hidup kita. Tetap lakukan yang terbaik yang kita bisa lakukan, menabur dan menabur yang baik, meskipun kita mungkin tidak menuainya langsung tapi apa yang kita tabur akan kita tuai kelak.
Rabu, 08 Agustus 2012
Bebal
Kita seringkali dibuat kesal dengan orang bebal. Kita sudah mengajarkan yang benar, tapi yang dilakukan sebaliknya. Tidak bisa dipungkiri, kebiasaan lama sulit diubah, perlu proses dan ketekunan. Mungkin bagi sebagian orang, apa yang dikerjakan adalah baik menurut pendapatnya sehingga ketika diarahkan untuk berubah, menjadi sulit untuk dilakukan.Misalnya ketika kita terbiasa untuk berbohong, ketika kita diajarkan untuk berkata jujur, maka akan mengalami banyak kendala dalam penerapannya sehari-hari.
Padahal berkata jujur adalah sesuatu yang baik, yang seharusnya menjadi kebiasaan hidup kita. Seringkali juga kita mengabaikan peringatan karena untuk berubah dari kebiasaan lama kita tidaklah menyenangkan. Ada hal-hal yang kita sukai yang harus dilepaskan. Berpindah dari yang mudah dilakukan kepada hal-hal yang sepertinya sulit karena belum bisa atau terbiasa.
Tidak ada batasan umur untuk belajar menjadi lebih baik. Bahkan semakin bertambah umur, diharapkan kita semakin baik sebab semakin dekat kita akan menghadap Sang Pencipta untuk memberikan pertanggungjawaban. Hidup ini adalah waktu kita untuk belajar menyadari banyak hal yang harus dicapai yaitu kesempurnaan hidup. Ada maksud dan tujuan Tuhan menciptakan kita yaitu untuk melakukan kehendak dan rencanaNya.
Ketika kita hidup diluar rancanganNya, maka kita sebenarnya hidup sia-sia dan tak memiliki arah dan tujuan sehingga mudah sekali kita menjadi putus asa dan jauh dari damai sejahtera. Orang yang bebal tidak akan memiliki hidup yang baik, baginya hidup hanya sekali, nikmati dan selesai sudah.
Jangan kita menjadi orang bebal, tetapi menjadi penurut FirmanNya karena hidup kita terlalu berharga untuk disia-siakan. Kita akan menyesal jika kita tidak memulai dari sekarang untuk tidak jemu-jemu belajar menjadi lebih baik. Sebebal-bebalnya kita, ketika kita mau untuk berubah maka akan ada hasilnya. Proses yang dilewati walaupun menyakitkan tapi akan membawa kebaikan bagi kita.
Padahal berkata jujur adalah sesuatu yang baik, yang seharusnya menjadi kebiasaan hidup kita. Seringkali juga kita mengabaikan peringatan karena untuk berubah dari kebiasaan lama kita tidaklah menyenangkan. Ada hal-hal yang kita sukai yang harus dilepaskan. Berpindah dari yang mudah dilakukan kepada hal-hal yang sepertinya sulit karena belum bisa atau terbiasa.
Tidak ada batasan umur untuk belajar menjadi lebih baik. Bahkan semakin bertambah umur, diharapkan kita semakin baik sebab semakin dekat kita akan menghadap Sang Pencipta untuk memberikan pertanggungjawaban. Hidup ini adalah waktu kita untuk belajar menyadari banyak hal yang harus dicapai yaitu kesempurnaan hidup. Ada maksud dan tujuan Tuhan menciptakan kita yaitu untuk melakukan kehendak dan rencanaNya.
Ketika kita hidup diluar rancanganNya, maka kita sebenarnya hidup sia-sia dan tak memiliki arah dan tujuan sehingga mudah sekali kita menjadi putus asa dan jauh dari damai sejahtera. Orang yang bebal tidak akan memiliki hidup yang baik, baginya hidup hanya sekali, nikmati dan selesai sudah.
Jangan kita menjadi orang bebal, tetapi menjadi penurut FirmanNya karena hidup kita terlalu berharga untuk disia-siakan. Kita akan menyesal jika kita tidak memulai dari sekarang untuk tidak jemu-jemu belajar menjadi lebih baik. Sebebal-bebalnya kita, ketika kita mau untuk berubah maka akan ada hasilnya. Proses yang dilewati walaupun menyakitkan tapi akan membawa kebaikan bagi kita.
Langganan:
Postingan (Atom)