Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, semakin manusia merasa tidak memerlukan Tuhan. Manusia merasa bisa meraih apa yang mereka inginkan dengan pengetahuannya. Manusia bisa menciptakan robot seperti manusia, merubah bentuk tubuh dengan operasi, menciptakan alat-alat untuk mempercepat pekerjaan, dan lain-lain. Tentunya tidak ada yang bisa dibanggakan dengan itu karena memang dari semula manusia diciptakan sebagai mahluk yang menguasai bumi ini untuk dikelolah dan dipelihara demi kesejahteraan manusia juga.
Manusia adalah ciptaan dari Sang Pencipta Agung kita, Tuhan Yesus. Tidak mungkin manusia bisa melebihi penciptanya. Namun seringkali kita bertindak seperti pencipta dengan bersikap tidak menghormati pencipta kita. Padahal kelahiran dan kematian kita pun, bukan kita yang berhak menentukan, namun kita membunuh hidup orang lain dengan adanya aborsi, bunuh diri, suntik mati, hukum mati dan lain sebagainya. Bahkan dengan tidak memelihara tubuh kita pun, berarti kita tidak menghormati pencipta kita.
Memang ada beberapa hal yang tidak bisa kita ubah dalam hidup ini, misalnya kelahiran dengan cacat tubuh atau mental, kecelakaan, dan lain hal yang membuat kita bertanya-tanya mengapa hal demikian bisa terjadi dalam hidup kita. Bukan berarti Pencipta kita berbuat demikian tanpa maksud dan tujuan. Setiap kita memiliki rencana dalam hidup ini dan Pencipta kita memiliki rencana juga yang pastinya terbaik buat kita.
Jika kita mau membuat sesuatu, misalnya baju, pastinya kita akan mempersiapkan bahannya, polanya, akan seperti apa nanti jadinya baju itu dan akan dipakai untuk acara apa. Itu hanya perumpamaan baju, benda mati yang jika kita apa-apakan tidak akan protes, tapi tetap akan menjadi seperti apa yang kita perbuat. Jika kita perlakukan dengan sembarangan maka hasilnya akan sembarangan, tapi jika diperlakukan oleh ahli baju maka hasilnya akan baik, sesuai dengan tujuan semula.
Apalagi kita, mahluk hidup yang diciptakan segambar dengan Tuhan, pasti Tuhan memiliki rencana dan tujuan yang baik dalam hidup kita. Hanya seringkali karena kita memiliki kehendak bebas, maka kita sering berontak dan tidak mau diatur. Beruntung Tuhan maha sabar dan tidak langsung menghukum kita seperti zaman Nuh, Tuhan membunuh semua manusia, kecuali keluarga Nuh dengan air bah. Tapi ada waktu kesabaranNya akan berakhir, ketika kita meninggalkan dunia atau ketika Dia datang kedua kalinya. Ketika hal itu terjadi, kesempatan kita hidup akan berakhir, hanya ada sukacita atau penyesalan kekal.
Kita ciptaan mau tidak mau harus tunduk kepada pencipta kita, jika kita mau selamat, baik di bumi dan di kekekalan nanti. Tidak ada untungnya kita menyombongkan diri kita dengan segala kelebihan yang kita miliki karena semuanya harus tunduk di bawah kuasa pencipta kita. Hanya karena anugerahNya kita bisa hidup dalam perdamaian dengan Bapa di Sorga sehingga kita memiliki pengharapan yang pasti, baik dalam hidup ini maupun di kekekalan nanti. Pengharapan akan hidup bersama dengan pencipta kita selama-lamanya.
Pereratlah hubungan kita dengan Pencipta kita dengan cara hidup berdamai dengan menuruti kehendakNya walaupun tidak mudah dengan adanya kenikmatan hidup yang ditawarkan dunia ini yang membawa pengikutnya kepada maut. Suka cita dan damai sejahtera diberikanNya kepada kita yang setia kepadaNya dan mengutamakan Dia diatas segala-galanya. Bagi Dialah pujian dan hormat kita.
Kamis, 05 Desember 2013
Rabu, 06 November 2013
Harga mati
Usaha manusia, sehebat apapun tidak bisa membeli keselamatan jiwa, hal yang paling penting dalam hidup kita, karena keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus. Barang siapa yang percaya dan mengaku kepadaNya akan beroleh keselamatan. Bagi yang percaya tapi tidak mengaku tidak akan diselamatkan sebab keselamatan bukan sesuatu yang murahan. Keselamatan mahal harganya sehingga kita tidak mungkin bisa membelinya jika dijual pun.
Syarat mendapatkan keselamatan hanya percaya dan mengaku Yesus Kristus Tuhan, itu adalah harga mati yang tidak bisa ditolak. Kalaupun nyawa kita sebagai bayaran ketika kita diancam untuk menolak Yesus, maka mati pilihan yang tepat. Ketika kita berani mati untuk kebenaran maka gaya hidup kita berubah. Hidup kita tidak berfokus kepada hal-hal yang lahiriah, tetapi segala sesuatu yang kita lakukan akan berguna untuk masa yang kekal.
Kita tidak lagi mengejar harta dunia untuk kepuasan diri sendiri, tetapi segala harta yang kita punya akan kita gunakan untuk menolong orang lain. Kita tidak menjadi orang yang suka diberi tetapi suka untuk memberi. Kita akan malu untuk melakukan hal yang tidak berkenan kepada Tuhan karena akhirnya kita harus bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Tentu kita tidak mau bertemu denganNya dalam keadaan yang tidak baik.
Jika kita menyadari bahwa keselamatan jiwa perlu kita kejar, maka kita harus tunduk kepada FirmanNya. Sebab iman tanpa perbuatan adalah sia-sia. Jika kita mengaku Dia sebagai Tuhan Penyelamat kita, maka hidup kita pun harus sesuai dengan kehendakNya, tidak bisa tidak. Memang kita bisa jatuh ke dalam dosa sementara kita berjuang untuk melakukan kehendakNya, tapi teruslah bangun kembali. Tidak ada kata menyerah kepada keinginan daging selama kita masih hidup di bumi ini, Tuhan tetap setia menyertai kita, memberi kita semangat untuk hidup benar di mataNya.
Dia tidak akan membiarkan kita sendirian menjalani hidup ini, pasti ada jalan keluar bagi setiap persoalan yang kita hadapi jika kita tetap berharap padaNya. Jika kita mengasihiNya, maka harga mati untuk keselamatan kita akan kita kerjakan dengan penuh sukacita bukan bersungut-sungut. Karena kita tahu perjuangan kita belum selesai, masih banyak yang harus kita kerjakan. Tuhan melalui Roh Kudus akan menuntun kita ke jalan dan rencanaNya.
Harga mati berarti tidak bisa ditawar-tawar lagi, satu-satunya cara yang harus kita lakukan. Jika ada keselamatan lain yang ditawarkan dengan cara yang lain, maka itu bukanlah keselamatan yang sesungguhnya. Jika kita mau diselamatkan, maka kita harus mengikuti apa yang Penyelamat kita katakan. Jika kita mau masuk Surga, maka kita harus mengikuti keinginan Si Pemilik Surga itu sendiri. Tidak ada cara dan jalan lain.
Kita tidak bisa mencari dan memilih jalan lain ke Surga selain jalan yang sudah disediakanNya.
Pilihan tergantung dari kita sekarang, apakah kita mau masuk Surga atau neraka? Kita pasti akan bertemu pada salah satu tempat itu dan ketika itu terjadi dalam hidup kita, maka kita tidak bisa menolaknya atau menyesalinya lagi, sudah tidak ada pilihan lagi. Jangan mau ditipu oleh iblis yang selalu menghalangi kita masuk ke dalam Surga dengan rayuan mautnya. Tetap percaya dan bertahan di dalam kebenaran Firman Tuhan, maka kita akan aman.
Syarat mendapatkan keselamatan hanya percaya dan mengaku Yesus Kristus Tuhan, itu adalah harga mati yang tidak bisa ditolak. Kalaupun nyawa kita sebagai bayaran ketika kita diancam untuk menolak Yesus, maka mati pilihan yang tepat. Ketika kita berani mati untuk kebenaran maka gaya hidup kita berubah. Hidup kita tidak berfokus kepada hal-hal yang lahiriah, tetapi segala sesuatu yang kita lakukan akan berguna untuk masa yang kekal.
Kita tidak lagi mengejar harta dunia untuk kepuasan diri sendiri, tetapi segala harta yang kita punya akan kita gunakan untuk menolong orang lain. Kita tidak menjadi orang yang suka diberi tetapi suka untuk memberi. Kita akan malu untuk melakukan hal yang tidak berkenan kepada Tuhan karena akhirnya kita harus bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Tentu kita tidak mau bertemu denganNya dalam keadaan yang tidak baik.
Jika kita menyadari bahwa keselamatan jiwa perlu kita kejar, maka kita harus tunduk kepada FirmanNya. Sebab iman tanpa perbuatan adalah sia-sia. Jika kita mengaku Dia sebagai Tuhan Penyelamat kita, maka hidup kita pun harus sesuai dengan kehendakNya, tidak bisa tidak. Memang kita bisa jatuh ke dalam dosa sementara kita berjuang untuk melakukan kehendakNya, tapi teruslah bangun kembali. Tidak ada kata menyerah kepada keinginan daging selama kita masih hidup di bumi ini, Tuhan tetap setia menyertai kita, memberi kita semangat untuk hidup benar di mataNya.
Dia tidak akan membiarkan kita sendirian menjalani hidup ini, pasti ada jalan keluar bagi setiap persoalan yang kita hadapi jika kita tetap berharap padaNya. Jika kita mengasihiNya, maka harga mati untuk keselamatan kita akan kita kerjakan dengan penuh sukacita bukan bersungut-sungut. Karena kita tahu perjuangan kita belum selesai, masih banyak yang harus kita kerjakan. Tuhan melalui Roh Kudus akan menuntun kita ke jalan dan rencanaNya.
Harga mati berarti tidak bisa ditawar-tawar lagi, satu-satunya cara yang harus kita lakukan. Jika ada keselamatan lain yang ditawarkan dengan cara yang lain, maka itu bukanlah keselamatan yang sesungguhnya. Jika kita mau diselamatkan, maka kita harus mengikuti apa yang Penyelamat kita katakan. Jika kita mau masuk Surga, maka kita harus mengikuti keinginan Si Pemilik Surga itu sendiri. Tidak ada cara dan jalan lain.
Kita tidak bisa mencari dan memilih jalan lain ke Surga selain jalan yang sudah disediakanNya.
Pilihan tergantung dari kita sekarang, apakah kita mau masuk Surga atau neraka? Kita pasti akan bertemu pada salah satu tempat itu dan ketika itu terjadi dalam hidup kita, maka kita tidak bisa menolaknya atau menyesalinya lagi, sudah tidak ada pilihan lagi. Jangan mau ditipu oleh iblis yang selalu menghalangi kita masuk ke dalam Surga dengan rayuan mautnya. Tetap percaya dan bertahan di dalam kebenaran Firman Tuhan, maka kita akan aman.
Jumat, 02 Agustus 2013
Kesaksian
Menjadi saksi yang bisa dipercaya adalah tugas kita sebagai umat Kristiani. Kita hanya menceritakan apa yang telah kita alami dengan sebenar-benarnya. Dalam pengadilan, untuk mendapatkan kebenaran, maka diperlukan saksi hidup untuk menyatakan apa yang telah terjadi. Begitulah yang seharusnya terjadi dalam hidup kita.
Namun kita masih merasa takut, bingung, ragu-ragu untuk bersaksi kepada orang lain lewat kata-kata. Padahal kesaksian yang benar tidak hanya melalui kata-kata saja, perbuatan kitalah sebenarnya adalah kesaksian yang efektif. Sebab perbuatan kita mencerminkan siapa diri kita sebenarnya. Jika saja setiap orang Kristen hidup sebagai saksi yang benar, maka orang lain akan memuliakan Tuhan Yesus, sebab pasti kita terlihat berbeda.
Kita adalah garam dan terang dunia. Garam memberi rasa pada masakan, begitu juga hidup kita harus memberi rasa bagi orang lain. Lewat hidup kita, orang bisa merasakan kasih dan berkat Tuhan. Terang membuat orang tidak tersesat karena dapat melihat jalannya dengan jelas. Begitu juga hidup kita bisa menuntun orang lain yang tersesat dan berdosa sebab kita sudah menemukan jalan yang benar menuju hidup yang kekal.
Menjadi saksi adalah tugas yang mudah dan susah. Mudah karena kita hanya menceritakan apa yang kita tahu dan alami tanpa rekayasa. Susah karena kita harus mempertanggungjawabkan apa yang kita katakan apapun resikonya. Akan ada tantangan yang kita hadapi untuk menjadi saksi Kristus. Kita berhadapan dengan dunia ini yang akan membungkam kesaksian kita agar orang lain tidak menemukan jalan keselamatan yang benar.
Saksi yang benar tidak takut dengan ancaman apapun sebab yang kita saksikan adalah hal terpenting dalam hidup kita semua. Keselamatan jiwa lebih berharga dari apapun, kita tidak bisa menyelamatkan hidup kita sendiri. Kita memerlukan Juru Selamat untuk menyelamatkan hidup kita. Kepastian keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus. Selain Yesus Kristus, hanya ada kata mungkin, mudah-mudahan dan tidak pasti.
Banyak cara untuk bersaksi yang bisa kita lakukan. Tuhan punya banyak cara supaya kita bisa bersaksi asalkan kita mau bertindak. Yang terpenting perbuatan dan perkataan kita sesuai dengan Firman Tuhan maka hidup kita akan menjadi berkat bagi orang lain. Orang lain akan melihat hidup kita sebagai kesaksian yang hidup, tidak ada yang bisa menentang iman kita.
Kita bisa menjadi penabur, penyiram atau penuai jiwa-jiwa tetapi Tuhan sendiri yang akan memberi pertumbuhan. Betapa bangganya kita karena Tuhan melibatkan kita menjadi rekan sekerjaNya, berarti Dia percaya kita bisa melakukannya dengan baik. Sebab bukan kekuatan kita, tetapi Tuhanlah yang memberikan kekuatan dan hikmat kepada kita untuk melakukannya.
Selamat menjadi saksi Kristus dan jangan kendor semangat untuk melayani pekerjaan Tuhan sebab selama kita hidup di dunia, selama itu pula kita mengerjakan bagian kita untuk menjadi saksi Kristus sehingga tidak ada alasan orang tidak tahu tentang keselamatan sebab kita sudah melakukan bagian kita. Kita hanya bisa membalas kasih Tuhan dengan menjadi saksiNya.
Namun kita masih merasa takut, bingung, ragu-ragu untuk bersaksi kepada orang lain lewat kata-kata. Padahal kesaksian yang benar tidak hanya melalui kata-kata saja, perbuatan kitalah sebenarnya adalah kesaksian yang efektif. Sebab perbuatan kita mencerminkan siapa diri kita sebenarnya. Jika saja setiap orang Kristen hidup sebagai saksi yang benar, maka orang lain akan memuliakan Tuhan Yesus, sebab pasti kita terlihat berbeda.
Kita adalah garam dan terang dunia. Garam memberi rasa pada masakan, begitu juga hidup kita harus memberi rasa bagi orang lain. Lewat hidup kita, orang bisa merasakan kasih dan berkat Tuhan. Terang membuat orang tidak tersesat karena dapat melihat jalannya dengan jelas. Begitu juga hidup kita bisa menuntun orang lain yang tersesat dan berdosa sebab kita sudah menemukan jalan yang benar menuju hidup yang kekal.
Menjadi saksi adalah tugas yang mudah dan susah. Mudah karena kita hanya menceritakan apa yang kita tahu dan alami tanpa rekayasa. Susah karena kita harus mempertanggungjawabkan apa yang kita katakan apapun resikonya. Akan ada tantangan yang kita hadapi untuk menjadi saksi Kristus. Kita berhadapan dengan dunia ini yang akan membungkam kesaksian kita agar orang lain tidak menemukan jalan keselamatan yang benar.
Saksi yang benar tidak takut dengan ancaman apapun sebab yang kita saksikan adalah hal terpenting dalam hidup kita semua. Keselamatan jiwa lebih berharga dari apapun, kita tidak bisa menyelamatkan hidup kita sendiri. Kita memerlukan Juru Selamat untuk menyelamatkan hidup kita. Kepastian keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus. Selain Yesus Kristus, hanya ada kata mungkin, mudah-mudahan dan tidak pasti.
Banyak cara untuk bersaksi yang bisa kita lakukan. Tuhan punya banyak cara supaya kita bisa bersaksi asalkan kita mau bertindak. Yang terpenting perbuatan dan perkataan kita sesuai dengan Firman Tuhan maka hidup kita akan menjadi berkat bagi orang lain. Orang lain akan melihat hidup kita sebagai kesaksian yang hidup, tidak ada yang bisa menentang iman kita.
Kita bisa menjadi penabur, penyiram atau penuai jiwa-jiwa tetapi Tuhan sendiri yang akan memberi pertumbuhan. Betapa bangganya kita karena Tuhan melibatkan kita menjadi rekan sekerjaNya, berarti Dia percaya kita bisa melakukannya dengan baik. Sebab bukan kekuatan kita, tetapi Tuhanlah yang memberikan kekuatan dan hikmat kepada kita untuk melakukannya.
Selamat menjadi saksi Kristus dan jangan kendor semangat untuk melayani pekerjaan Tuhan sebab selama kita hidup di dunia, selama itu pula kita mengerjakan bagian kita untuk menjadi saksi Kristus sehingga tidak ada alasan orang tidak tahu tentang keselamatan sebab kita sudah melakukan bagian kita. Kita hanya bisa membalas kasih Tuhan dengan menjadi saksiNya.
Senin, 29 Juli 2013
Keselamatan
Sebagai umat Kristen yang memiliki iman di dalam Yesus Kristus sebagai Juru Selamat satu-satunya, tentu kita harus bersyukur dan mempertahankan keselamatan yang kita miliki. Sebab apa yang dikatakan Firman Tuhan bahwa yang terdahulu akan menjadi yang terakhir akan digenapi. Banyak orang yang terlahir dari keluarga Kristen, di akhir hidupnya telah menolak keselamatan jiwanya hanya karena harta, pasangan hidup, kesenangan dan kemudahan yang bersifat fana. Padahal sekalipun seseorang memiliki seluruh dunia ini, jika akhirnya kehilangan nyawanya, maka sia-sialah semuanya.
Namun, ada juga orang-orang yang harus mengalami aniaya begitu hebatnya, dia tetap berpegang pada keyakinannya kepada Yesus Kristus, bahkan akhirnya harus mati dibunuh. Mereka adalah orang-orang yang tahu dan yakin bahwa menyangkal Yesus Kristus mendatangkan murka Allah dan mereka memilih untuk menyenangkan Allah, sebab tidak ada jalan lain menuju keselamatan kekal selain dalam Yesus Kristus. Sebab Firman Tuhan berkata Yesuslah jalan, kebenaran dan hidup, tidak seorang pun sampai kepada Bapa, jikalau tidak melalui Dia.
Bisa kita katakan bahwa orang-orang yang diselamatkan adalah orang-orang yang terpilih sejak dunia ini diciptakan. Sebab ada juga yang dilahirkan bukan dari keluarga Kristen, tetapi di akhir hidupnya, dia menerima anugerah keselamatan kekal. Jika saat ini kita dilahirkan atau sudah menjadi Kristen, maka kita percaya bahwa kita telah menerima anugerah keselamatan yang harus terus kita pertahankan. Kita adalah orang-orang pilihan yang dipercayakan menjadi umat pilihanNya.
Tetapi kita jangan terlena dengan keselamatan kita dengan hidup semaunya sendiri, sebab diluar kasih karunia Tuhan, kita adalah hamba dosa yang hidup menurut kehendak dosa. Kita sudah ditebus oleh Darah Yesus untuk menjadi hamba kebenaran, berarti hidup kita adalah menuruti kebenaran Firman Tuhan. Jika kita masih hidup di dalam dosa, maka kita tidak menghargai karya keselamatan Yesus di atas kayu salib, yang berarti kita menolakNya.
Manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, sebab kita sudah tertawan oleh dosa. Kebaikan kita tidak bisa menebus dosa kita. Kita semua sedang berjalan menuju neraka kekal karena upah dosa adalah maut, sampai Tuhan datang ke dunia dalam wujud Yesus, menanggung semua dosa kita dan menjadi pembela kita yang agung. Tidak ada seorangpun yang berani mengatakan bahwa dia adalah jalan keselamatan, kecuali Yesus Kristus.
Walaupun ada harga yang harus kita bayar untuk mempertahankan keselamatan kita, tetaplah tidak sebanding dengan kehidupan kekal yang akan menanti kita. Jangan kita melepaskan iman kita kepada Yesus, hanya untuk mendapatkan kenyamanan hidup yang sementara ini. Di dalam Yesus ada damai sejahtera, suka cita, ketenangan, kemenangan dalam menjalani hidup ini. Masalah pasti ada, namun dalam Yesus yang setia telah menyediakan jalan keluarnya.
Betapa bodohnya jika kita tidak percaya kepadaNya. Tiap hari Dia berkata jangan takut menjalani hidup ini sebab Dia beserta dengan kita. Jika Dia yang telah mengalahkan maut, mau menyertai kita, maka tidak ada yang kita perlu takuti, persoalan, bahaya, cobaan bisa kita hadapi, hanya jika kita mau berjalan bersamaNya dan berarti kita menjadikan Dia Tuan atas hidup kita dan kita setia melakukan kehendakNya.
Sebab di bawah kolong langit, tidak ada nama lain yang melaluinya kita bisa diselamatkan, kecuali Yesus Kristus Tuhan namaNya.
Namun, ada juga orang-orang yang harus mengalami aniaya begitu hebatnya, dia tetap berpegang pada keyakinannya kepada Yesus Kristus, bahkan akhirnya harus mati dibunuh. Mereka adalah orang-orang yang tahu dan yakin bahwa menyangkal Yesus Kristus mendatangkan murka Allah dan mereka memilih untuk menyenangkan Allah, sebab tidak ada jalan lain menuju keselamatan kekal selain dalam Yesus Kristus. Sebab Firman Tuhan berkata Yesuslah jalan, kebenaran dan hidup, tidak seorang pun sampai kepada Bapa, jikalau tidak melalui Dia.
Bisa kita katakan bahwa orang-orang yang diselamatkan adalah orang-orang yang terpilih sejak dunia ini diciptakan. Sebab ada juga yang dilahirkan bukan dari keluarga Kristen, tetapi di akhir hidupnya, dia menerima anugerah keselamatan kekal. Jika saat ini kita dilahirkan atau sudah menjadi Kristen, maka kita percaya bahwa kita telah menerima anugerah keselamatan yang harus terus kita pertahankan. Kita adalah orang-orang pilihan yang dipercayakan menjadi umat pilihanNya.
Tetapi kita jangan terlena dengan keselamatan kita dengan hidup semaunya sendiri, sebab diluar kasih karunia Tuhan, kita adalah hamba dosa yang hidup menurut kehendak dosa. Kita sudah ditebus oleh Darah Yesus untuk menjadi hamba kebenaran, berarti hidup kita adalah menuruti kebenaran Firman Tuhan. Jika kita masih hidup di dalam dosa, maka kita tidak menghargai karya keselamatan Yesus di atas kayu salib, yang berarti kita menolakNya.
Manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, sebab kita sudah tertawan oleh dosa. Kebaikan kita tidak bisa menebus dosa kita. Kita semua sedang berjalan menuju neraka kekal karena upah dosa adalah maut, sampai Tuhan datang ke dunia dalam wujud Yesus, menanggung semua dosa kita dan menjadi pembela kita yang agung. Tidak ada seorangpun yang berani mengatakan bahwa dia adalah jalan keselamatan, kecuali Yesus Kristus.
Walaupun ada harga yang harus kita bayar untuk mempertahankan keselamatan kita, tetaplah tidak sebanding dengan kehidupan kekal yang akan menanti kita. Jangan kita melepaskan iman kita kepada Yesus, hanya untuk mendapatkan kenyamanan hidup yang sementara ini. Di dalam Yesus ada damai sejahtera, suka cita, ketenangan, kemenangan dalam menjalani hidup ini. Masalah pasti ada, namun dalam Yesus yang setia telah menyediakan jalan keluarnya.
Betapa bodohnya jika kita tidak percaya kepadaNya. Tiap hari Dia berkata jangan takut menjalani hidup ini sebab Dia beserta dengan kita. Jika Dia yang telah mengalahkan maut, mau menyertai kita, maka tidak ada yang kita perlu takuti, persoalan, bahaya, cobaan bisa kita hadapi, hanya jika kita mau berjalan bersamaNya dan berarti kita menjadikan Dia Tuan atas hidup kita dan kita setia melakukan kehendakNya.
Sebab di bawah kolong langit, tidak ada nama lain yang melaluinya kita bisa diselamatkan, kecuali Yesus Kristus Tuhan namaNya.
Kamis, 18 Juli 2013
Nasihat
Sudah menjadi kebiasaan kita untuk malas mendengarkan nasihat dari orang lain, terlebih kalau kita sudah biasa melakukannya. Misalnya ketika kita dinasehati untuk berbicara hati-hati agar tidak menyinggung perasaan orang lain, maka kita dengan santai menganggap bahwa sudah kebiasaan kita berbicara ceplas ceplos dan tidak mungkin bisa diubah. Padahal nasihat itu mendatangkan kebaikan bagi kita, sebab tidak semua orang bisa menerima ucapan kita, kecuali orang-orang yang sudah kenal dekat kita.
Jika kita menyadari bahwa proses menjadi manusia yang baik memerlukan waktu seumur hidup, itu pun belum sempurna ketika kita meninggalkan dunia ini. Pasti masih ada penyesalan yang seharusnya tidak terjadi jika saja kita mendengar nasihat dan melakukannya. Kita dengan segala keterbatasannya memerlukan nasihat dari orang lain, baik dari orang yang kita benci atau tidak. Asalkan nasihat tersebut adalah nasihat yang benar, tentu akan berguna bagi kehidupan kita ke depannya.
Mungkin saja kita mendengar nasihat itu, tetapi karena sukar melakukannya, maka kita mengabaikannya. Atau sudah mencoba, tetapi hanya setengah jalan, sebab kita malas dan bosan. Kita menunda-nunda untuk berubah dan semakin berjalannya waktu, kita menyesal sebab segala sesuatunya sudah terlambat. Waktu terus berjalan dan kita bertambah tua, tanpa bisa dihentikan.
Sebelum kita menyesal lebih lanjut, ada baiknya kita merenungkan apa yang selama ini kita lakukan. Berapa banyak nasihat yang kita dengar dan berapa banyak yang sudah kita lakukan sesuai nasihat itu. Dari kita kecil, tentu banyak pengajaran yang kita terima dari orang tua kita, guru kita, pengajar kita, orang yang kita hormati, buku-buku, acara televisi, seminar dan masih banyak lagi. Pasti ada sesuatu yang membuat hidup kita lebih baik jika menuruti pengajaran itu.
Bukan hanya harta benda yang kita miliki, tetapi yang terpenting karakter hidup kita, apakah kita sudah menjadi orang yang berkarakter baik atau kita masih menjadi orang yang berkarakter sulit? Apakah keberadaan kita menguntungkan atau merugikan orang lain? Berapa banyak yang kita dapatkan yang bisa kita berikan kepada orang lain? Sudahkah kita memberi dengan sukacita atau terpaksa? Banyakkah musuh kita karena kesalahan dan kejahatan yang kita lakukan?
Ternyata masih banyak hal yang harus kita perbaharui, bukan tampilan kita atau the way we look tapi perbuatan kita, the way we do. Tampilan bisa menipu tetapi perbuatan akan menunjang penampilan kita. Pohon baik akan berbuah baik dan buahnya dapat dirasakan dan dinikmati, tetapi pohon yang jelek akan berbuah jelek dan buahnya akan dibuang karena tidak bisa dirasakan dan dinikmati.
Firman Tuhan adalah buku yang berisi nasihat dan panduan hidup yang benar. Jika kita melakukannya, maka baiklah hidup kita, di bumi dan di surga. Walaupun banyak masalah dan tantangan yang kita hadapi, kita bisa melewatinya karena kita mendengar nasihat yang benar. Firman Tuhan berisi kejadian yang benar-benar terjadi, menjadi pelajaran berharga bagi kita, apakah kita mau hidup gagal atau berhasil, ada di tangan kita dan kesanggupan kita. Apakah kita mau menjadi penurut atau pemberontak Firman? Kita jugalah yang akan menikmati hasilnya. Bersama Tuhan, kita pasti sanggup.
Jika kita menyadari bahwa proses menjadi manusia yang baik memerlukan waktu seumur hidup, itu pun belum sempurna ketika kita meninggalkan dunia ini. Pasti masih ada penyesalan yang seharusnya tidak terjadi jika saja kita mendengar nasihat dan melakukannya. Kita dengan segala keterbatasannya memerlukan nasihat dari orang lain, baik dari orang yang kita benci atau tidak. Asalkan nasihat tersebut adalah nasihat yang benar, tentu akan berguna bagi kehidupan kita ke depannya.
Mungkin saja kita mendengar nasihat itu, tetapi karena sukar melakukannya, maka kita mengabaikannya. Atau sudah mencoba, tetapi hanya setengah jalan, sebab kita malas dan bosan. Kita menunda-nunda untuk berubah dan semakin berjalannya waktu, kita menyesal sebab segala sesuatunya sudah terlambat. Waktu terus berjalan dan kita bertambah tua, tanpa bisa dihentikan.
Sebelum kita menyesal lebih lanjut, ada baiknya kita merenungkan apa yang selama ini kita lakukan. Berapa banyak nasihat yang kita dengar dan berapa banyak yang sudah kita lakukan sesuai nasihat itu. Dari kita kecil, tentu banyak pengajaran yang kita terima dari orang tua kita, guru kita, pengajar kita, orang yang kita hormati, buku-buku, acara televisi, seminar dan masih banyak lagi. Pasti ada sesuatu yang membuat hidup kita lebih baik jika menuruti pengajaran itu.
Bukan hanya harta benda yang kita miliki, tetapi yang terpenting karakter hidup kita, apakah kita sudah menjadi orang yang berkarakter baik atau kita masih menjadi orang yang berkarakter sulit? Apakah keberadaan kita menguntungkan atau merugikan orang lain? Berapa banyak yang kita dapatkan yang bisa kita berikan kepada orang lain? Sudahkah kita memberi dengan sukacita atau terpaksa? Banyakkah musuh kita karena kesalahan dan kejahatan yang kita lakukan?
Ternyata masih banyak hal yang harus kita perbaharui, bukan tampilan kita atau the way we look tapi perbuatan kita, the way we do. Tampilan bisa menipu tetapi perbuatan akan menunjang penampilan kita. Pohon baik akan berbuah baik dan buahnya dapat dirasakan dan dinikmati, tetapi pohon yang jelek akan berbuah jelek dan buahnya akan dibuang karena tidak bisa dirasakan dan dinikmati.
Firman Tuhan adalah buku yang berisi nasihat dan panduan hidup yang benar. Jika kita melakukannya, maka baiklah hidup kita, di bumi dan di surga. Walaupun banyak masalah dan tantangan yang kita hadapi, kita bisa melewatinya karena kita mendengar nasihat yang benar. Firman Tuhan berisi kejadian yang benar-benar terjadi, menjadi pelajaran berharga bagi kita, apakah kita mau hidup gagal atau berhasil, ada di tangan kita dan kesanggupan kita. Apakah kita mau menjadi penurut atau pemberontak Firman? Kita jugalah yang akan menikmati hasilnya. Bersama Tuhan, kita pasti sanggup.
Jumat, 12 Juli 2013
Keinginan
Kalau berbicara keinginan, pastinya sangat banyak keinginan kita. Keinginan tidak ada batasnya, seluas samudera raya. Tidak mengeherankan, orang yang kita lihat sudah memiliki segalanya, masih saja merasa kurang. Begitu juga kita, sebanyak apapun yang kita miliki, pasti kita menginginkan lagi dan lagi. Ada yang membatasi keinginannya karena tidak punya daya lagi dan ada juga yang memaksakan keinginannya dengan berbagai cara.
Kita tidak pernah puas, bahkan kita diharapkan berani bermimpi, berani menggantung cita-cita di langit, mengejar ilmu sampai ke ujung dunia dan terus berjuang sampai keinginan kita tercapai. Benarkah pendapat seperti itu? Ada benarnya dan ada salahnya. Benar, jika mimpi kita benar, salah, jika mimpi kita salah. Benar, jika cita-cita kita mulia bagi kemajuan bangsa, salah, kalau cita-cita kita menghancurkan manusia. Benar, jika ilmu yang kita kejar akan mendatangkan kebaikan, salah, jika ilmu yang kita kejar mengajarkan kesesatan akal budi kita.
Tidak salah dengan keinginan, jika tidak ada keinginan, maka kita sudah mati. Jika kita haus, kita ingin minum, tapi kita butuh air putih bukan air sirup. Kalau kita minum air putih, tubuh kita akan segar kembali, tetapi jika air sirup, maka ada kandungan gula yang berbahaya bagi tubuh jika berlebihan. Jadi keinginan harus berjalan bersama-sama dengan kebutuhan. Jika keinginan melebihi kebutuhan, maka kita akan sengsara.
Apa yang melebihi kebutuhan kita, maka kita tidak akan bisa bersyukur. Orang yang tidak bisa bersyukur berarti tidak menghormati Tuhan yang telah memelihara kehidupannya. Kita berbuat jahat karena keinginan kita melebihi kebutuhan kita. Semakin kita diikat oleh keinginan kita, semakin kita tidak bisa tenang hidupnya, sebab kita akan merasa tidak pernah cukup.
Keinginan boleh ada, tapi harus sesuai dengan kebutuhan kita, jika itu bisa kita terapkan dalam hidup kita, maka kita akan merasa cukup bahkan berkelimpahan sehingga kita bisa berbagi dengan sesama kita. Firman Tuhan berkata hidup kita tidak ditentukan oleh apa yang kita miliki, bahkan jika kita memiliki seluruh dunia ini, kita tetap tidak bisa menyelamatkan nyawa kita, hidup kita yang paling berharga.
Tuhan Yesus sudah menyelamatkan hidup kita, maka kita tidak memerlukan apa yang bukan menjadi kebutuhan kita. Berbahagialah kita jika hidup sesuai dengan keinginan Tuhan, bukan keinginan kita. Keinginan kita bisa membawa malapetaka, tetapi keinginan Tuhan membawa keselamatan kekal.
Kita tidak pernah puas, bahkan kita diharapkan berani bermimpi, berani menggantung cita-cita di langit, mengejar ilmu sampai ke ujung dunia dan terus berjuang sampai keinginan kita tercapai. Benarkah pendapat seperti itu? Ada benarnya dan ada salahnya. Benar, jika mimpi kita benar, salah, jika mimpi kita salah. Benar, jika cita-cita kita mulia bagi kemajuan bangsa, salah, kalau cita-cita kita menghancurkan manusia. Benar, jika ilmu yang kita kejar akan mendatangkan kebaikan, salah, jika ilmu yang kita kejar mengajarkan kesesatan akal budi kita.
Tidak salah dengan keinginan, jika tidak ada keinginan, maka kita sudah mati. Jika kita haus, kita ingin minum, tapi kita butuh air putih bukan air sirup. Kalau kita minum air putih, tubuh kita akan segar kembali, tetapi jika air sirup, maka ada kandungan gula yang berbahaya bagi tubuh jika berlebihan. Jadi keinginan harus berjalan bersama-sama dengan kebutuhan. Jika keinginan melebihi kebutuhan, maka kita akan sengsara.
Apa yang melebihi kebutuhan kita, maka kita tidak akan bisa bersyukur. Orang yang tidak bisa bersyukur berarti tidak menghormati Tuhan yang telah memelihara kehidupannya. Kita berbuat jahat karena keinginan kita melebihi kebutuhan kita. Semakin kita diikat oleh keinginan kita, semakin kita tidak bisa tenang hidupnya, sebab kita akan merasa tidak pernah cukup.
Keinginan boleh ada, tapi harus sesuai dengan kebutuhan kita, jika itu bisa kita terapkan dalam hidup kita, maka kita akan merasa cukup bahkan berkelimpahan sehingga kita bisa berbagi dengan sesama kita. Firman Tuhan berkata hidup kita tidak ditentukan oleh apa yang kita miliki, bahkan jika kita memiliki seluruh dunia ini, kita tetap tidak bisa menyelamatkan nyawa kita, hidup kita yang paling berharga.
Tuhan Yesus sudah menyelamatkan hidup kita, maka kita tidak memerlukan apa yang bukan menjadi kebutuhan kita. Berbahagialah kita jika hidup sesuai dengan keinginan Tuhan, bukan keinginan kita. Keinginan kita bisa membawa malapetaka, tetapi keinginan Tuhan membawa keselamatan kekal.
Kamis, 11 Juli 2013
Setia
Ketika kita mencari pasangan hidup, pertama kali kita hanya melihat apa yang tampak dari luarnya saja, good looking atau tidak. Tidak terpikirkan bahwa nanti pasangan kita itu setia atau tidak. Padahal yang sifatnya tidak sementara yaitu setia yang terpenting. Pada saat pemberkatan, yang ditanyakan adalah kesetiaan menjalani hidup dalam suka dan duka.
Ketika kita mencari hewan peliharaan, yang sering kita cari adalah yang setia, seperti anjing. Banyak sekali film yang bercerita mengenai kisah kesetiaan anjing kepada majikannya. Bahkan anjing pun bisa lebih setia daripada manusia. Padahal kita yang disebut manusia seharusnya lebih baik kelakuannya dari pada hewan.
Kita yang sulit untuk setia, mencari yang setia, karena kita tahu kesetiaan mendatangkan keuntungan dan ketenangan. Begitu juga hubungan kita dengan Tuhan, apakah kita sudah setia kepadaNya? Dari pihak Tuhan, sudah tidak diragukan lagi kesetiaanNya. Dia berjanji sekalipun kita tidak setia, Dia tetap setia. Betapa beruntungnya kita memiliki Tuhan yang setia.
Apa yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan kesetiaan kita kepada Dia? Pastinya dengan melakukan FirmanNya sampai akhir hidup kita. Martir Kristus telah memberikan teladan yang baik bagi kita, bahwa kadang kesetiaan menuntut harga diri kita, bahkan nyawa kita. Sanggupkah kita menunjukkan kesetiaan kita ketika keadaan begitu menakutkan, ketika nyawa kita terancam, ketika penderitaan yang kita alami tidak berkurang?
Syair lagu yang mengatakan setia, setialah, setialah sampai mati membuka mata kita bahwa tidak selamanya setia itu menyenangkan kita, bahkan lebih banyak menderitanya. Banyak hal membuat kita ingin keluar dari kungkungan, keterikatan yang sebetulnya mendatangkan kebaikan buat kita. Firman Tuhan mengikat dan mengkungkung kita demi tujuan yang baik, walaupun berat menjalaninya. Tentu saja berat sebab bukan hanya berbuat baik kepada yang baik, tapi kepada yang jahat juga, mengampuni bukan hanya kepada yang menyesal dan minta ampun, tapi kepada yang tegar tengkuk.
Dengan kekuatan sendiri, pastilah kita sudah putus asa dan depresi. Tidak mungkin kita bisa setia dengan mengandalkan kekuatan, kepandaian, kemauan apalagi keinginan kita. Kita memerlukan Roh Kudus yang menolong kita untuk tetap setia baik dalam suka maupun duka. Tidak jarang kita bisa lemah imannya ketika kita dalam keadaan suka. Kita harus tetap berjaga-jaga dan mengoreksi diri kita, masihkah kita setia kepada Tuhan? Ketika apa yang kita harapkan tidak sesuai harapan, ketika doa yang kita panjatkan tak kunjung dijawab, ketika semuanya bertambah buruk, apakah kita tetap mencari wajahNya?
Kewajiban kita hidup di dunia haruslah tetap kita jalani dengan setia sebab kita tidak mengharapkan upah dari manusia tetapi dari Tuhan sendiri. Kerjakan keselamatan kita dengan setia sampai Dia datang kembali dan mendapatkan kita dalam keadaan setia. Tuhan telah membuktikan kesetiaanNya kepada kita, kini giliran kita.
Ketika kita mencari hewan peliharaan, yang sering kita cari adalah yang setia, seperti anjing. Banyak sekali film yang bercerita mengenai kisah kesetiaan anjing kepada majikannya. Bahkan anjing pun bisa lebih setia daripada manusia. Padahal kita yang disebut manusia seharusnya lebih baik kelakuannya dari pada hewan.
Kita yang sulit untuk setia, mencari yang setia, karena kita tahu kesetiaan mendatangkan keuntungan dan ketenangan. Begitu juga hubungan kita dengan Tuhan, apakah kita sudah setia kepadaNya? Dari pihak Tuhan, sudah tidak diragukan lagi kesetiaanNya. Dia berjanji sekalipun kita tidak setia, Dia tetap setia. Betapa beruntungnya kita memiliki Tuhan yang setia.
Apa yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan kesetiaan kita kepada Dia? Pastinya dengan melakukan FirmanNya sampai akhir hidup kita. Martir Kristus telah memberikan teladan yang baik bagi kita, bahwa kadang kesetiaan menuntut harga diri kita, bahkan nyawa kita. Sanggupkah kita menunjukkan kesetiaan kita ketika keadaan begitu menakutkan, ketika nyawa kita terancam, ketika penderitaan yang kita alami tidak berkurang?
Syair lagu yang mengatakan setia, setialah, setialah sampai mati membuka mata kita bahwa tidak selamanya setia itu menyenangkan kita, bahkan lebih banyak menderitanya. Banyak hal membuat kita ingin keluar dari kungkungan, keterikatan yang sebetulnya mendatangkan kebaikan buat kita. Firman Tuhan mengikat dan mengkungkung kita demi tujuan yang baik, walaupun berat menjalaninya. Tentu saja berat sebab bukan hanya berbuat baik kepada yang baik, tapi kepada yang jahat juga, mengampuni bukan hanya kepada yang menyesal dan minta ampun, tapi kepada yang tegar tengkuk.
Dengan kekuatan sendiri, pastilah kita sudah putus asa dan depresi. Tidak mungkin kita bisa setia dengan mengandalkan kekuatan, kepandaian, kemauan apalagi keinginan kita. Kita memerlukan Roh Kudus yang menolong kita untuk tetap setia baik dalam suka maupun duka. Tidak jarang kita bisa lemah imannya ketika kita dalam keadaan suka. Kita harus tetap berjaga-jaga dan mengoreksi diri kita, masihkah kita setia kepada Tuhan? Ketika apa yang kita harapkan tidak sesuai harapan, ketika doa yang kita panjatkan tak kunjung dijawab, ketika semuanya bertambah buruk, apakah kita tetap mencari wajahNya?
Kewajiban kita hidup di dunia haruslah tetap kita jalani dengan setia sebab kita tidak mengharapkan upah dari manusia tetapi dari Tuhan sendiri. Kerjakan keselamatan kita dengan setia sampai Dia datang kembali dan mendapatkan kita dalam keadaan setia. Tuhan telah membuktikan kesetiaanNya kepada kita, kini giliran kita.
Langganan:
Postingan (Atom)